Kinerja Perbankan Sulsel Tumbuh 5,33% Hingga Akhir 2025
Jurnal News - HARIAN FAJAR, MAKASSAR — Kinerja perbankan di Sulsel hingga akhir 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang tetap solid di tengah dinamika ekonomi nasional dan global. Otoritas Jasa Keuangan mencatat seluruh indikator utama perbankan, mulai dari aset, penghimpunan dana hingga penyaluran kredit, tumbuh positif secara tahunan.
Kepala OJK Sulselbar, Mochammad Muchlasin, mengatakan pada posisi Desember 2025 total aset perbankan di Sulawesi Selatan tumbuh 5,33 persen (year on year/yoy) menjadi Rp214,32 triliun.
“Pertumbuhan ini mencerminkan daya tahan industri perbankan daerah yang tetap kuat dan mampu menopang aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Muchlasin, Minggu, 1 Maret 2026.
Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat tumbuh 9,74 persen (yoy) menjadi Rp146,61 triliun. Struktur DPK masih didominasi oleh tabungan dengan porsi 59,92 persen, diikuti deposito 25,23 persen dan giro 14,85 persen.
Sementara itu, penyaluran kredit mencapai Rp172,92 triliun atau tumbuh 5,26 persen (yoy). Capaian ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit tahun 2024 yang sebesar 4,23 persen.
“Peningkatan ini menunjukkan adanya percepatan pembiayaan kepada sektor riil seiring dengan membaiknya aktivitas ekonomi daerah,” jelas Muchlasin.
Ia menambahkan, pertumbuhan kredit pada 2025 terutama didorong oleh kredit produktif yang memiliki porsi 53,07 persen dari total kredit. Kredit produktif berhasil tumbuh 3,06 persen setelah pada 2024 sempat terkontraksi sebesar 0,08 persen. Di sisi lain, kredit konsumtif juga tetap mencatatkan pertumbuhan tinggi sebesar 7,85 persen.




