DPR Dorong Prioritas Anggaran untuk Bali sebagai Penopang Devisa Pariwisata
Jurnal News - Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty mengatakan bahwa Bali harus menjadi prioritas anggaran karena daerah tersebut merupakan wajah pariwisata Indonesia di mata dunia sekaligus penyumbang devisa terbesar sektor pariwisata nasional.
Dia mengatakan bahwa kontribusi Bali terhadap devisa pariwisata Indonesia mencapai sekitar 44 persen di tahun 2024, angka yang menunjukkan betapa strategisnya peran Bali dalam menopang ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja, serta menggerakkan UMKM dan ekonomi kreatif.
"Namun demikian, besarnya kontribusi tersebut harus diimbangi dengan dukungan anggaran yang proporsional dari pemerintah pusat," kata Evita di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, Bali tidak bisa hanya dibebani target kunjungan wisatawan yang tinggi tanpa dukungan fiskal yang memadai untuk menjaga kualitas destinasi dan daya saing globalnya.
Pasalnya, dia menyampaikan bahwa berbagai tantangan nyata dihadapi Bali saat ini, mulai dari persoalan pengelolaan sampah, kemacetan, tekanan terhadap lingkungan dan budaya lokal, hingga kebutuhan peningkatan infrastruktur serta konektivitas kawasan wisata.
"Semua agenda strategis tersebut membutuhkan dukungan APBN yang lebih kuat dan berkelanjutan, tidak bisa hanya mengandalkan APBD," kata dia.
Sebagai pimpinan komisi yang membidangi sektor industri, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif, dia menegaskan bahwa penguatan Bali adalah agenda nasional.
Untuk itu, Komisi VII DPR pun akan mengawal agar kebijakan dan alokasi anggaran untuk sektor pariwisata, khususnya destinasi strategis seperti Bali, benar-benar sejalan dengan kontribusi yang diberikan terhadap ekonomi negara.




