Kredit Perbankan 2025 Mencapai Rp7.433 Triliun, Sektor Perdagangan dan Konsumsi Dominan
Sumber Foto: sumsel.akurat.co
Ekonomi

Kredit Perbankan 2025 Mencapai Rp7.433 Triliun, Sektor Perdagangan dan Konsumsi Dominan

Jurnal News - AKURAT.CO SUMSEL Posisi kredit perbankan sepanjang 2025 menunjukkan tren pertumbuhan positif.

Berdasarkan data penyaluran kredit dalam rupiah dan valuta asing menurut sektor ekonomi, total kredit perbankan nasional pada Desember 2025 mencapai Rp7.433 triliun.

Angka tersebut meningkat signifikan dibanding Januari 2025 yang tercatat sebesar Rp6.686 triliun.

Artinya, sepanjang tahun terjadi kenaikan lebih dari Rp700 triliun, mencerminkan ekspansi pembiayaan yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.

Dari sisi lapangan usaha, sektor perdagangan besar dan eceran menjadi penyumbang kredit terbesar. Pada Desember 2025, kredit sektor ini mencapai Rp1.179 triliun dalam rupiah.

Sementara itu, sektor industri pengolahan juga mencatatkan angka tinggi dengan posisi Rp851 triliun pada akhir tahun. Disusul sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang menyentuh Rp591 triliun.

Kredit sektor konstruksi juga menunjukkan lonjakan signifikan, terutama menjelang akhir tahun, dengan posisi Rp513 triliun pada Desember 2025.

Tren ini menunjukkan aktivitas ekonomi riil tetap bergerak, terutama pada sektor-sektor produktif yang menjadi penopang pertumbuhan.

Selain sektor usaha, kredit konsumsi rumah tangga juga mengalami peningkatan stabil sepanjang tahun. Pada Januari 2025, kredit konsumsi tercatat Rp2.195 triliun dan naik menjadi Rp2.350 triliun pada Desember 2025.

Kenaikan ini mengindikasikan daya beli masyarakat masih terjaga serta permintaan pembiayaan untuk kebutuhan konsumtif seperti perumahan, kendaraan, dan kredit multiguna tetap tinggi.

Sementara itu, posisi kredit dalam valuta asing relatif stabil sepanjang tahun. Total kredit valas pada Desember 2025 berada di kisaran Rp1.014 triliun. Sektor industri pengolahan dan pertambangan masih menjadi kontributor utama pembiayaan dalam mata uang asing.