Kisah Empati di Balik Tugas Polisi Wanita di Thai Nguyen
Sumber Foto: Vietnam.vn
Catatan Harian

Kisah Empati di Balik Tugas Polisi Wanita di Thai Nguyen

Jurnal News - Sebuah buku harian yang ditulis oleh petugas wanita dari Departemen Kepolisian Ekonomi menggambarkan perjalanan mereka dalam menjaga keamanan pangan. Dalam tulisannya, ia mengangkat isu mengenai laporan dan pengiriman barang mencurigakan yang dapat membahayakan makanan masyarakat. Pertanyaannya, 'Jika makanan ini muncul di meja makan sebuah keluarga, apa konsekuensinya?' mencerminkan tanggung jawab dan emosi yang mendalam.

Awal Kejadian

Buku harian Ibu Duong Thi Thu Huyen, Ketua Asosiasi Wanita Departemen Catatan Kriminal, menceritakan kisah menyentuh tentang dua saudari yang ayahnya meninggal saat ibu mereka hamil anak ketiga. Meskipun tumbuh dalam kesedihan, mereka menunjukkan perilaku baik dan prestasi akademis yang membanggakan, serta kasih sayang kepada ibu mereka. Rasa empati Ibu Huyen tercermin saat ia menyatakan, 'Melihat kedua saudari itu, hatiku terasa sakit.'

Perkembangan

Ibu Luong Thi Phuong Thuc juga berbagi pengalaman dari kunjungannya ke Hoang Be Quoc An, seorang anak laki-laki yang diadopsi oleh Kepolisian Distrik Linh Son. Dalam kunjungan itu, interaksi yang penuh kasih sayang, bukan sekadar kewajiban, menggambarkan kepribadian lembut dan empatik para petugas. Selain itu, Ibu Pham Bich, Presiden Asosiasi Wanita Departemen Logistik, mengungkapkan pandangannya setelah mengunjungi Penampungan Tam An bahwa kebahagiaan sejati terletak pada memberi dan melihat senyuman orang-orang yang kurang beruntung.

Kondisi Terakhir

Di tengah tantangan pekerjaan, para polisi wanita di Thai Nguyen menunjukkan kelembutan dan kebaikan yang membuat mereka mudah didekati oleh masyarakat. Program 'Tiga Buku Harian Terbaik' berfokus pada menyebarkan momen-momen sederhana yang memperlihatkan dedikasi dan kasih sayang mereka. Inisiatif ini juga mengedepankan pentingnya menciptakan suasana ramah dan menyenangkan dalam pelayanan publik, di mana kebahagiaan warga menjadi prioritas utama.