Tiga Tingkatan Sabar Menurut Ustadz Abdul Somad
Sumber Foto: Jurnal Aceh
Rangkuman Jurnal

Tiga Tingkatan Sabar Menurut Ustadz Abdul Somad

Ustadz Abdul Somad (UAS) baru-baru ini menyampaikan khotbah yang mengangkat tema pentingnya kepercayaan dan keyakinan kepada Allah SWT dalam kehidupan manusia. Dalam ceramahnya, UAS menekankan bahwa permohonan pertolongan kepada Allah harus didasari oleh kepercayaan yang kuat kepada-Nya, yang ia sebut sebagai pondasi utama untuk mendapatkan bantuan dari Yang Maha Kuasa.

Dalam konteks permohonan tersebut, UAS juga menyoroti pentingnya kesabaran. Ia menjelaskan bahwa sabar yang dimaksud adalah kemampuan untuk menahan diri. UAS kemudian mengidentifikasi tiga tingkatan sabar yang dapat dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Tingkatan Sabar Pertama: Menghadapi Musibah

Tingkatan sabar yang pertama adalah sabar dalam menghadapi musibah, seperti sakit, kehilangan anggota keluarga, kebangkrutan, atau pengkhianatan. Dalam tingkatan ini, UAS menggarisbawahi pentingnya menahan diri dari tindakan negatif, seperti berkata kasar atau melakukan kekerasan. Meskipun air mata mungkin tak dapat ditahan, reaksi tersebut adalah bagian dari proses kesedihan yang alami.

Tingkatan Sabar Kedua: Menjalankan Ibadah

Tingkatan sabar yang kedua berfokus pada menjalankan ibadah. Ini mencakup kesabaran dalam melaksanakan kewajiban agama, seperti bangun malam untuk sholat tahajud, berpuasa pada hari-hari tertentu, dan menahan diri dari godaan duniawi demi membantu orang lain yang membutuhkan.

Tingkatan Sabar Ketiga: Menahan Diri dari Maksiat

Tingkatan sabar yang paling tinggi, menurut UAS, adalah sabar dalam menahan diri dari melakukan maksiat meskipun ada banyak godaan. Ini mencakup penolakan terhadap peluang yang merugikan, seperti berjudi, menggunakan narkoba, atau korupsi. UAS menekankan bahwa tingkatan sabar yang tertinggi adalah kemampuan untuk menahan diri dari berbuat zalim, bahkan ketika diberikan kekuasaan atau kesempatan untuk melakukannya.

Melalui ceramah ini, UAS mengajak kita untuk merenungkan makna sabar yang lebih dalam. Sabar bukan sekadar menahan diri dari kepedihan atau menjalankan kewajiban agama, tetapi juga kemampuan untuk menolak tindakan negatif meskipun berbagai godaan ada di depan mata. Inilah puncak dari makna sabar dalam kehidupan manusia.