Mahasiswa STIE Jambi Magang di Bank Daerah untuk Pengembangan SDM
Sumber Foto: jamberita.com
Ekonomi

Mahasiswa STIE Jambi Magang di Bank Daerah untuk Pengembangan SDM

Jurnal News - JAMBERITA.COM - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Jambi kirim sejumlah mahasiswa ke Bank Milik Daerah dalam program magang dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Program ini menjadi bagian dari sinergi dunia perbankan dan perguruan tinggi dalam mencetak talenta terbaik daerah di bidang keuangan dan perbankan.

Adapun empat mahasiswa yang mendapat kesempatan magang di bank tersebut, yaitu Aisyah Aslina, Sheptianur Soraya, Nurul Musdalifah, dan Effi Wulandari. Mereka adalah mahasiswa semester 7 yang mengikuti program magang sebagai pengganti Kuliah Kerja Nyata (Kukerta), sehingga orientasi kegiatan lebih diarahkan pada pendalaman kompetensi profesional sesuai bidang studi.

Selama menjalani magang, para mahasiswa akan mendapatkan pengalaman langsung di lingkungan kerja perbankan, mulai dari pemahaman operasional, layanan nasabah, hingga tata kelola dan manajemen risiko. Skema ini diharapkan mampu memperkaya wawasan praktis sekaligus membentuk karakter kerja yang disiplin dan berintegritas.

Penyerahan mahasiswa magang dilakukan secara resmi dan diantar langsung oleh dosen pembimbing Laila Farhat, S.E., M.M., bersama Wakil Ketua STIE Jambi, Dr. Noviardi Ferzi. Kehadiran pimpinan kampus dalam proses serah terima tersebut menunjukkan keseriusan STIE Jambi dalam memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman praktik yang relevan dan terarah.

Dalam kesempatan itu, pihak Bank menyampaikan bahwa program magang bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik, melainkan bagian dari strategi jangka panjang perseroan dalam menyiapkan SDM unggul yang memahami karakteristik perbankan daerah. Di tengah dinamika industri keuangan yang semakin kompetitif dan terdigitalisasi, kebutuhan akan talenta muda yang adaptif dan berintegritas menjadi prioritas utama.

Sementara itu, Laila Farhat, S.E., M.M., menegaskan bahwa kolaborasi antara kampus dan perbankan daerah merupakan langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai konsep manajemen perbankan di ruang kelas, tetapi juga menyaksikan langsung implementasi prinsip kehati-hatian (prudential banking), pelayanan prima, serta pengelolaan risiko di lapangan.

“Magang ini menjadi ruang pembelajaran nyata. Mahasiswa harus mampu menyerap pengalaman, membangun etos kerja, serta memahami tanggung jawab profesional di industri perbankan,” ujarnya.

Artikel Rekomendasi