Sunil Soraya Menyutradarai Film Catatan Harian Menantu Sinting: Proses dan Motivasi di Baliknya
Produser Sunil Soraya mengambil alih kursi sutradara untuk film Catatan Harian Menantu Sinting, sebuah karya yang diproduksi oleh Soraya Intercine Films. Keputusan ini diambil setelah melalui proses yang cukup panjang dan penuh negosiasi untuk mendapatkan hak adaptasi dari novel karya Rosi L. Simamora.
Dalam sebuah pernyataan di XXI Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Sunil menjelaskan bahwa awalnya ia tidak berniat untuk menyutradarai film tersebut. Ketertarikan Sunil muncul setelah ia menerima buku Catatan Harian Sinting dari penulisnya. "Kebetulan, ada buku Catatan Harian Sinting dikasih sama penulisnya. Ini bagus banget," ujarnya.
Proses negosiasi untuk mengamankan hak adaptasi tersebut ternyata tidak berjalan mulus. Sunil menceritakan bahwa ia harus berjuang selama hampir dua bulan. "Saya telepon, ini ceritanya bagus banget. Ibu Rosi bilang, maaf ceritanya udah dijual. Mulai saya ngomel. Negosiasi hampir dua bulan," ungkapnya.
Setelah berbagai pendekatan dilakukan, Soraya Intercine Films akhirnya berhasil memperoleh hak adaptasi. "Tiba-tiba hal ajaib dari mana, Rosi bilang, ini available. Bisa diangkat jadi film. Jadi semua perjalanannya, kita bangun skenario, semuanya," jelas Sunil.
Sunil memutuskan untuk menyutradarai Catatan Harian Menantu Sinting karena keterlibatannya yang mendalam dalam proyek ini sejak awal. "Saya terlalu terlibat dan merasa dekat dengan film ini. Film ini membuat saya meriset. Pas saya lihat Batak, saya pelajari dan saya rasa cukup nyaman kalau saya buat dengan visi saya," kata Sunil. Ia juga menambahkan bahwa banyak perubahan yang harus dipersiapkan selama proses produksi.
Film ini dibintangi oleh Raditya Dika dan Ariel Tatum, dan dijadwalkan tayang di bioskop pada 18 Juli 2024. Catatan Harian Menantu Sinting mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya bagi komunitas Batak, dengan mengisahkan problematika pasangan baru yang tinggal bersama mertua.




