Strategi Perang Siber Iran: Serangan Diam yang Mengubah Peta Konflik
Jurnal News - Hasanah.id – Perang Iran bersama Amerika Serikat dan Israel kini telah memasuki babak baru yang melibatkan kecanggihan teknologi informasi tingkat tinggi.
Selama ini, perhatian dunia mungkin hanya tertuju pada kilatan rudal di langit atau pergerakan kapal induk di Selat Hormuz. Namun, di balik layar perang Iran, terjadi pertempuran sunyi yang jauh lebih kompleks di ruang siber.
Serangan digital ini bukan sekadar bumbu konflik, melainkan strategi utama untuk melumpuhkan lawan bahkan sebelum peluru pertama ditembakkan. Militer Amerika Serikat, khususnya United States Central Command (CENTCOM), biasanya sangat terbuka dalam memamerkan kekuatan armada laut dan udaranya.
Namun, ada satu sisi yang selalu mereka simpan rapat-rapat yakni operasi siber perang Iran. Meskipun jarang dibahas secara blak-blakan, dampak dari serangan siber ini mulai dirasakan oleh kedua belah pihak, menciptakan ketegangan baru di ranah keamanan digital global.
Tahukah kamu bahwa sebuah serangan militer besar biasanya sudah dipersiapkan di dunia digital bertahun-tahun sebelumnya? Dikutip dari BBC, Sabtu (14/03/2026), menurut Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan di Pentagon, proses penentuan target serangan adalah sebuah kerja keras yang memakan waktu berbulan-bulan, bahkan tahunan.




