PSS Sleman Hadapi Ujian Berat Lawan Persela untuk Pertahankan Posisi Puncak
Sumber Foto: Kompas.tv
Olahraga

PSS Sleman Hadapi Ujian Berat Lawan Persela untuk Pertahankan Posisi Puncak

Jurnal News - SLEMAN, KOMPAS. TV - Superioritas PSS Sleman di Grup B akan mendapat ujian krusial pada gameweek ke-21 Pegadaian Championship 2025/2026.

Pasukan Super Elang Jawa dijadwalkan bertandang ke markas Persela Lamongan pada Minggu, 1 Maret 2026.

Di atas kertas, kedua tim tampak kontras. PSS nyaman bertengger di pucuk klasemen dengan koleksi 42 poin, meninggalkan Laskar Joko Tingkir yang masih tertahan di peringkat keenam dengan raihan 30 angka.

Namun, jarak 12 poin tak lantas membuat PSS bisa bersantai.

Bayang-bayang rekor minor justru menghantui Super Elja jelang lawatan ke Jawa Timur. Sepanjang dua pertemuan terakhir melawan Persela, PSS belum sekali pun mengecap kemenangan. Hanya mampu mengamankan satu hasil imbang dan terpaksa menelan satu kekalahan.

Catatan inilah yang memicu pelatih Ansyari Lubis membunyikan alarm kewaspadaan.

​"Yang pasti, ini sudah putaran ketiga. Jadi, setiap pertandingan itu final," tegas sang juru taktik tersebut usai latihan rutin di Lapangan Pakembinangun, Sleman, Selasa (24/2).

"Tidak ada cerita kami bisa lengah lalu kalah. Kami harus berjuang, harus kerja keras, dan harus mengambil poin."

Nahas, misi memutus tren buruk ini sedikit terguncang dengan absennya juru gedor andalan, Gustavo Tocantins.

Hukuman akumulasi kartu memaksanya menepi dari lapangan.

Meski kehilangan salah satu pilar utama, Ansyari enggan meratapi situasi dan meyakini kedalaman skuadnya sanggup menambal lubang yang ditinggalkan.

"Kami mempersiapkannya karena kami juga punya banyak komposisi pemain di situ. Jadi, kami tidak perlu ragu dan kami akan mempersiapkan pemain yang akan menggantikan posisi Gustavo," urainya.

Sementara itu, gelandang potensial, Figo Dennis, yang sempat terlihat pincang usai laga kontra Persipura, dipastikan fit sepenuhnya.

Ansyari memuji kesigapan tim medis yang membuat sang pemain sudah bisa melahap porsi latihan normal sejak dua hari lalu.

Bahkan, di tengah tantangan bertanding pada bulan suci Ramadan, sang pelatih menjamin kebugaran pasukannya tetap prima berkat asupan gizi yang diatur ketat oleh dokter tim.

Menjelang keberangkatan ke Lamongan yang dijadwalkan pada hari Jumat nanti, Ansyari menyadari betul bahwa pertarungan taktik akan berjalan alot.

Dua pertemuan di putaran pertama dan kedua telah menjadi buku terbuka bagi masing-masing kubu.

"Yang pasti kami sudah tahu sama-sama. Mereka tahu taktik kami, dan kami juga tahu taktik mereka. Jadi, kalau saya bilang, siapa yang terbaik dalam memainkan pertandingan, dialah yang akan menang," analisisnya.

​Pada akhirnya, dengan hanya tujuh laga tersisa menuju babak penentuan, manajemen mental menjadi kunci absolut.

Ansyari tak lelah memperingatkan anak asuhnya agar tidak terlena oleh status penguasa Grup B.

Baginya, semua lawan yang tersisa, termasuk menahan ego diri sendiri, adalah rintangan berat yang bisa menghancurkan impian promosi.

​"Tidak bisa saat kita sudah berada di atas lalu kita jemawa, itu tidak bagus. Jadi, kami selalu memotivasi dan menyemangati pemain bahwa kita belum berhasil," pungkas Ansyari, sembari memohon suntikan doa dan dukungan dari Brigata Curva Sud, Slemania, serta seluruh warga Sleman.

"Target tetap ada, tetapi satu demi satu pertandingan kita jalani dulu."