Pemerintah Tingkatkan Kesejahteraan Guru dengan Naiknya Tunjangan dan Insentif
Jurnal News - PRIORITAS, 28/2/2026 (Jakarta): Komitmen memperkuat fondasi pendidikan nasional kembali ditegaskan pemerintah dengan langkah konkret yang menyasar langsung kesejahteraan para pendidik. Pemerintah Indonesia memastikan peningkatan dukungan bagi guru di seluruh Tanah Air, terutama mereka yang berstatus honorer dan non-ASN.
Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, yang mengungkapkan bahwa berbagai kebijakan strategis telah diambil untuk memperkuat perlindungan, kepastian status, hingga peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.
Baca Juga
Konsep Strategi Pertahanan IKN berbasis ‘Smart Defence and Security 5.0’
10 Apr 2024
Langkah ini disebut sebagai bagian dari agenda besar reformasi pendidikan guna menghadirkan sistem yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan bagi para guru sebagai ujung tombak pembangunan sumber daya manusia.
Dalam keterangan persnya di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (27/2/2026), Seskab menyebut pemerintah menaikkan insentif guru honorer menjadi Rp400.000 per bulan, sebuah peningkatan signifikan dalam rentang kebijakan insentif yang telah berjalan sejak 2005.
Selain itu, tunjangan guru non-ASN juga mengalami kenaikan dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta. Kebijakan ini merupakan langkah sistematis pemerintah dalam memperkuat perlindungan dan penghargaan terhadap profesi guru.
Baca Juga
Iduladha 2026, Pemprov Sulut prioritaskan hewan kurban untuk daerah kurang mampu
25 Mei 2026
Seskab menambahkan bahwa sistem penyaluran tunjangan kini dilakukan lebih efektif. Jika sebelumnya dana ditransfer melalui pemerintah daerah dan diterima guru setiap tiga bulan, kini tunjangan diberikan langsung ke rekening guru setiap bulan sesuai arahan Presiden.
“Tahun lalu, Presiden menginstruksikan agar tunjangan diberikan langsung setiap bulan ke guru, dan itu sudah berjalan. Prosesnya difasilitasi oleh Kementerian Dikdasmen,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa seluruh program pendidikan nasional tetap berjalan dan bahkan diperkuat. “Tidak ada program pendidikan yang dikurangi atau dihentikan. Semuanya dilanjutkan, bahkan ditambah, dengan fokus yang lebih detail pada siswa, sekolah, dan guru,” tegasnya.
Kebijakan peningkatan tunjangan dan perbaikan sistem penyaluran ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan para pendidik dan meningkatkan kualitas pendidikan nasional. (P-*/bwl)
kesejahteraan guru Sekretaris Kabinet Seskab Teddy tunjangan intensif
Pos Terkait
Tanpa kehadiran kontrol negara, Menhan ancam tutup Bandara IMIP Morowali
Ini buah-sayuran penurun kolesterol dan asam urat
Polisi bekuk wanita perampok bank Florida
Bupati Roby bekali pemuda Bintan dengan pelatihan barber dan peralatan usaha
Perempat-final Piala Raja: Barcelona pesta gol atas Valencia, Ferran Torres cetak ‘hat-trick’
Prabowo Subianto: Kekuatan pertahanan penting untuk jaga keamanan dan keutuhan NKRI
Pos Terkait
10 bulan lalu
Menko Airlangga sebut tarif ekspor ke AS ditunda sementara
1 tahun lalu
Pidato perdana, wali kota Surakarta soroti kemiskinan
10 bulan lalu
Olly Dondokambey dampingi Megawati Soekarnoputri pada “Forum Dialog Peradaban Internasional” Beijing
4 minggu lalu
Misteri jatuhnya China Eastern MU5735 terkuak, data baru ungkap dugaan pilot sengaja jatuhkan pesawat
1 tahun lalu
Teknologi robotik mulai diterapkan dalam operasi bedah di Indonesia, akan berkembang di masa depan
1 tahun lalu
Dituduh lakukan pemerasan Rp20 milyar, mantan Kasatreskrim Polres Jaksel: Itu fitnah!




