Mengenang Bari Lukman: Pengibar Bendera Merah Putih Pertama di Bandung
Sumber Foto: BandungBergerak.id
Catatan Harian

Mengenang Bari Lukman: Pengibar Bendera Merah Putih Pertama di Bandung

BandungBergerak.id – Pertemuan dengan Bari Lukman, seorang wartawan yang berperan penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, menjadi momen yang tak terlupakan bagi penulis. Bari Lukman dikenal sebagai pengibar Bendera Merah Putih pertama di Bandung pada 18 Agustus 1945, sehari setelah proklamasi kemerdekaan dibacakan.

Penulis pertama kali berhubungan dengan Bari Lukman melalui surat pembaca yang dimuat di koran Pikiran Rakyat pada 25 Februari 2006. Dalam surat tersebut, penulis mengungkapkan kebanggaannya memiliki koleksi koran lawas dari era 50-an dan 60-an. Tak lama setelah itu, sejumlah telepon datang dari berbagai pihak, termasuk Ibu Hj. Euis, istri Bari Lukman, yang mengajak penulis untuk bertemu.

Setelah beberapa hari, penulis akhirnya dapat berkunjung ke kediaman Bari Lukman di kawasan Kodam Siliwangi, Bandung. Ia disambut hangat oleh keluarga Bari Lukman, yang membuat pertemuan terasa akrab dan penuh rasa hormat.

Kisah Pengibaran Bendera Merah Putih

Dalam pertemuan tersebut, Bari Lukman menceritakan detik-detik pengibaran Bendera Merah Putih di atas Gedung Denis, yang kini menjadi kantor Bank Jabar. Ia menyampaikan bahwa ia adalah orang yang pertama kali mengibarkan bendera tersebut setelah proklamasi, tepat pada pukul 13.00 WIB.

Selain itu, Bari Lukman juga berperan dalam menyebarkan informasi proklamasi kemerdekaan kepada masyarakat Bandung dengan menulisnya di papan tulis di depan kantor redaksi koran Tjahaja, tempat ia bekerja. Informasi ini kemudian disiarkan melalui radio NIROM oleh rekan sesama wartawan, Bapak Sakti Alamsjah.

Sepanjang kariernya, Bari Lukman tidak hanya meliput berita, tetapi juga terlibat langsung dalam perjuangan melawan penjajahan melalui tulisan-tulisannya di berbagai surat kabar. Ia pernah menjadi wartawan untuk Harian Tjahaja, Suara Merdeka, dan Pikiran Rakjat.

Penghargaan dan Warisan

Di kediamannya, terpampang berbagai penghargaan dan foto dari masa mudanya bersama rekan-rekan wartawan yang juga terlibat dalam perjuangan. Bari Lukman berharap untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra, sebagai penghormatan atas dedikasinya.

Perjumpaan ini diakhiri dengan hidangan yang disajikan oleh Ibu Hj. Euis, yang menunjukkan keramahan dan kasih sayangnya. Bari Lukman memberikan beberapa foto dan artikel yang memuat tentang dirinya sebagai kenang-kenangan bagi penulis.

Pengalaman ini menjadi catatan sejarah yang penuh makna, mengingatkan kita akan jasa-jasa para pejuang kemerdekaan, termasuk Bari Lukman, yang telah berkontribusi besar dalam perjalanan bangsa.