Kemendikdasmen Alokasikan Anggaran Tambahan untuk Revitalisasi Sekolah dan Kesejahteraan Guru 2026
Jurnal News - HARIAN DISWAY - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memastikan program peningkatan mutu pendidikan pada 2026 tetap berjalan dengan dukungan tambahan anggaran untuk revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran dan kesejahteraan guru, Senin, 2 Maret 2026.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menegaskan penambahan anggaran tidak akan mengganggu alokasi program yang telah direncanakan sebelumnya. Ia menyebut fokus utama diarahkan pada perbaikan sarana prasarana serta penguatan dukungan teknologi di satuan pendidikan. “Untuk revitalisasi sekolah akan ada penambahan anggaran. Penyediaan IFP juga direncanakan tiga unit per sekolah. Semua masih dalam proses pembahasan,” ujar Suharti di Tangerang Selatan.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi peningkatan kualitas pembelajaran secara merata di seluruh Indonesia. Revitalisasi sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
Dari sisi kesejahteraan guru, pemerintah menyiapkan anggaran signifikan baik di tingkat pusat maupun daerah. Untuk guru non-ASN, Kemendikdasmen mengalokasikan Rp14,1 triliun yang terdiri atas tunjangan profesi Rp11,58 triliun, tunjangan khusus Rp723,5 miliar, serta insentif Rp1,8 triliun. Nilai ini meningkat dibandingkan alokasi 2025 sebesar Rp12,48 triliun.
Sementara itu, tunjangan guru ASN yang dikelola pemerintah daerah mencapai Rp74,76 triliun, naik dari Rp70,06 triliun pada tahun sebelumnya. Anggaran tersebut mencakup tunjangan profesi, tunjangan khusus, serta tambahan penghasilan guru. “Peningkatan ini bentuk komitmen pemerintah untuk mendukung kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik,” kata Suharti.
Selain peningkatan tunjangan, rencana penambahan perangkat digitalisasi di setiap sekolah juga tengah dibahas bersama Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Perangkat tersebut menjadi penguatan dari fasilitas yang telah tersedia sebelumnya guna mendukung pembelajaran berbasis teknologi.
Meski belum tercantum dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran awal, pengalaman tahun sebelumnya menunjukkan adanya potensi penambahan anggaran pada pertengahan tahun. Hal ini membuka peluang percepatan implementasi program digitalisasi pendidikan di berbagai daerah.
Adapun prioritas 2026 juga mencakup perluasan Program Indonesia Pintar. Cakupan bantuan diperluas hingga menyasar anak taman kanak-kanak dengan target 888.000 penerima baru. Kebijakan ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan sejak usia dini.




