IDAI Dukung Pembatasan Medsos untuk Lindungi Anak dari Risiko Digital
Sumber Foto: Kompas.com
Teknologi

IDAI Dukung Pembatasan Medsos untuk Lindungi Anak dari Risiko Digital

Jurnal News - KOMPAS.com – Seiring diberlakukannya Peraturan Pemerintah (PP) Tunas, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pembatasan akses media sosial bagi anak.

IDAI menilai langkah tersebut penting untuk melindungi anak dari berbagai risiko di ruang digital, termasuk dampak terhadap kesehatan mental dan perkembangan emosional.

“Ikatan Dokter Anak Indonesia mendukung pemerintah membatasi media sosial untuk anak melalui PP Tunas,” tulis IDAI dalam pernyataan melalui akun Instagram resmi @idai_ig.

IDAI menjelaskan bahwa media sosial memiliki dua sisi bagi anak. Di satu sisi, platform digital dapat menjadi sarana belajar, berbagi, serta memperluas wawasan.

Namun, di sisi lain terdapat berbagai risiko yang perlu diwaspadai, mulai dari paparan konten yang tidak sesuai usia hingga potensi gangguan kesehatan mental.

Media Sosial Diibaratkan Lautan Luas

IDAI menggambarkan media sosial sebagai “lautan luas” yang menawarkan banyak manfaat sekaligus risiko bagi anak.

“Media sosial adalah lautan luas. Di sana anak bisa belajar, berbagi, berinteraksi, dan mengenal dunia yang lebih besar,” tulis IDAI.

Namun, IDAI menambahkan bahwa di baliknya ada juga bahaya, terdapat paparan konten yang tidak sesuai usia serta interaksi tanpa pengawasan yang dapat berdampak pada perkembangan emosional dan perilaku anak.

Anak Dinilai Belum Siap Menghadapi Risiko

Menurut IDAI, tidak semua anak memiliki kesiapan untuk menghadapi berbagai risiko di ruang digital.

Sebagian anak masih dalam tahap belajar mengenali bahaya, menjaga diri, serta mengelola emosi saat berinteraksi di dunia maya.

“Masalahnya, anak terbukti belum siap mengarunginya sendiri,” imbuh IDAI.

Selain itu, keterbatasan dalam pendampingan juga menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua.

Tidak semua anak dapat didampingi setiap saat, dan tidak semua keluarga memiliki kapasitas yang sama dalam mengawasi penggunaan media sosial.

Kondisi ini membuat sebagian anak lebih rentan terhadap dampak negatif penggunaan media sosial tanpa pengawasan yang memadai.

Pembatasan Dinilai sebagai “Pagar Pelindung”

Dalam pernyataannya, IDAI menegaskan bahwa pembatasan usia bukan bertujuan untuk menjauhkan anak dari teknologi, melainkan sebagai bentuk perlindungan.