TNI AL Siapkan Strategi Pertahanan Maritim di Tengah Krisis Hibrida Global
Sumber Foto: Indonesiadefense.com
Internasional

TNI AL Siapkan Strategi Pertahanan Maritim di Tengah Krisis Hibrida Global

Jurnal News - Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali memetakan ancaman nyata yang membayangi kekayaan maritim Indonesia akibat lonjakan ketegangan geopolitik global. Dunia saat ini menghadapi krisis multidomain yang mengombinasikan ancaman militer, nirmiliter, hingga perang hibrida atau taktik yang memadukan serangan fisik dengan operasi siber serta tekanan ekonomi.

Ancaman kompleks ini langsung menyasar kedaulatan sumber daya laut dan wilayah pesisir nasional. Sektor maritim sendiri menjadi fokus utama Presiden Prabowo Subianto dalam mengamankan aset strategis negara.

Merespons situasi tersebut, TNI AL menyiapkan konsep Maritime Multi-Domain Operation (operasi maritim lintas domain) untuk membentengi yurisdiksi laut Indonesia. Strategi pertempuran modern ini mengintegrasikan seluruh lini pertahanan maritim dalam menghadapi tantangan masa depan.

“Potensi sumber daya alam Indonesia yang sangat kaya menjadi fokus utama Presiden Prabowo Subianto dalam mengamankan aset strategis negara. Oleh karena itu, kita harus memahami keterkaitan pengamanan sumber daya laut dan pesisir ini dengan tugas pokok TNI AL, serta menerapkan konsep Maritime Multi-Domain Operation,” kata Ali saat memberikan pembekalan secara virtual kepada perwira siswa dikreg LV Sesko TNI, di Jakarta, Selasa (7/7).

Ali menegaskan, perubahan pola peperangan modern ini menuntut perubahan besar pada karakter kepemimpinan militer. Para perwira siswa wajib mengembangkan potensi diri serta memperluas wawasan ilmu pengetahuan agar mampu bertransformasi menjadi perwira multidomain yang tanggap krisis.

Benteng pertahanan aset strategis ini juga tidak bisa bertumpu pada kekuatan satu sektor semata. Ali meminta seluruh komponen bangsa meruntuhkan ego sektoral demi menghadapi ancaman hibrida global.

“Kejayaan Indonesia ditentukan oleh kekuatan persatuan, kemauan berkolaborasi mengesampingkan kepentingan sektoral, dan jiwa kejuangan tanpa pamrih dari semua komponen bangsa,” tegas Ali.

Penguatan kapasitas perwira dan penerapan taktik lintas domain ini menjadi langkah konkret TNI AL dalam menaikkan posisi tawar diplomasi maritim Indonesia, sekaligus memastikan kekayaan alam nasional aman dari eksploitasi asing.