DPR Dorong Inovasi Lokal untuk Capai Swasembada Pangan
Sumber Foto: InfoSAWIT
Nasional

DPR Dorong Inovasi Lokal untuk Capai Swasembada Pangan

InfoSAWIT, JAKARTA — Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto, menegaskan pentingnya penguatan inovasi dan riset dalam negeri untuk mewujudkan swasembada pangan nasional. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Panen Fest 2026 yang turut dihadiri InfoSAWIT di Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Menurut Siti Hediati, Panen Fest menjadi ajang strategis yang memperlihatkan langsung kepada masyarakat bahwa Indonesia memiliki potensi besar di sektor produksi pangan. Ia mengingatkan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada beras dan jagung, dan ke depan pemerintah didorong untuk memperluas capaian tersebut ke komoditas lain seperti gula, garam, bawang putih, dan bawang merah.

“Ke depan, kita harapkan tidak ada lagi impor untuk komoditas pangan strategis tersebut. Semua bisa diproduksi di dalam negeri, termasuk bahan pangan setengah jadi,” ujarnya.

BACA JUGA: UMKM Bisa Jadi Tulang Punggung Sawit Keberlanjutan

Ia juga menyoroti peran penting akademisi dan peneliti dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Berbagai temuan dan inovasi yang dipamerkan dalam Panen Fest 2026 dinilai mampu menjadi solusi atas berbagai tantangan budidaya, termasuk pada komoditas kedelai yang selama ini kerap menghadapi kegagalan panen.

“Kalau budidaya kedelai gagal terus, harus diulang dan diulang. Di sinilah peran universitas dan akademisi sangat dibutuhkan untuk menemukan bibit unggul lokal yang sesuai dengan iklim Indonesia, sehingga kita tidak perlu bergantung pada bibit impor,” tegasnya.

Siti Hediati menyambut baik keterlibatan generasi muda, khususnya mahasiswa, yang telah menghasilkan berbagai inovasi di bidang pertanian maupun mesin pertanian. Ia menilai inovasi tersebut perlu didorong lebih lanjut, baik oleh kementerian terkait maupun oleh DPR RI.

BACA JUGA: India, Pasar Strategis yang Menentukan Arah Ekspor Sawit Indonesia

“Kami juga sering berkunjung ke perguruan tinggi untuk melihat langsung penelitian yang sedang dikembangkan. Ini akan kami sampaikan kepada Kementerian Pertanian agar penelitian dan inovasi tersebut dibantu dan difasilitasi,” katanya.

Lebih lanjut, ia meminta agar proses sertifikasi dan pelepasan varietas bibit unggul tidak dipersulit. Menurutnya, dukungan regulasi sangat penting agar inovasi benar-benar bisa diaplikasikan dan ditanam di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Siti Hediati juga menyinggung hasil rapat dengan Kementerian Pertanian serta Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait ketersediaan pangan menjelang perayaan Imlek, Ramadan, dan Idulfitri. Ia mengingatkan agar pasokan tetap terjaga dan tidak terjadi permainan harga yang merugikan masyarakat.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalteng Periode II-Januari 2025 Naik Rp. 86,91 per Kg

“Yang terpenting, jangan sampai ada permainan harga, terutama menjelang hari besar keagamaan,” pungkasnya. (T2)

Dibaca : 1,316

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.

Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke [email protected]

Ditag Berita Sawit DPR DPR RI Pangan perkebunan sawit Sawit Swasembada Pangan

Berita Sawit Terkait

Produksi TBS Naik 2% dan CPO Tumbuh 4%, IndoAgri Siapkan Ekspansi Kilang 450 Ribu MT per Tahun

Apkasindo Ungkap Pentingnya Data Tunggal Sawit dan Penguatan Kelembagaan Petani

Sambil Ngabuburit, Mahasiswa INSTIPER Belajar Membatik dengan Malam Sawit

Pendapatan Melonjak 29%, Laba Bersih Kencana Agri Tumbuh 54% di 2025

Bengkulu Targetkan Replanting Sawit 3.500 Hektare pada 2026, Fokus Dongkrak Produktivitas Petani

Banjir dan Hujan Lebat Tekan Produksi Sawit Sabah hingga 17%, Stok Malaysia Berpotensi Menyusut

Stok CPO Aman Kala Ramadan 1447 H, Kementan Pastikan Pasokan Minyak Goreng Tetap Terjaga

Beasiswa SDM Sawit 2026 Segera Dibuka, Prioritaskan Anak Pekebun hingga ASN Sektor Sawit

ESDM Terbitkan Permen ISPO untuk Bioenergi Sawit, Perkuat Tata Kelola dan Daya Saing Global

First Resources Bayar US$5,6 Juta ke Pemerintah RI Terkait Penyerahan Lahan Sawit

Harga Referensi CPO Maret 2026 Menguat ke US$ 938,87/MT, Bea Keluar Dipatok US$ 124 per MT

Laba Bersih Wilmar Melonjak 38% di Semester II 2025, Segmen Industri Jadi Penopang Utama

Navigasi pos

Berita Sebelumnya UMKM Bisa Jadi Tulang Punggung Sawit Keberlanjutan

Berita Selanjutnya Meluruskan Klaim 4 Juta Hektare Sawit Ilegal di Kawasan Konservasi

Berita Sawit Lainnya

Produksi TBS Naik 2% dan CPO Tumbuh 4%, IndoAgri Siapkan Ekspansi Kilang 450 Ribu MT per Tahun

Apkasindo Ungkap Pentingnya Data Tunggal Sawit dan Penguatan Kelembagaan Petani

SHU Dibagikan Tanpa Rincian, Anggota Koperasi Tani Plasma Amanah Pertanyakan Transparansi Pengurus Lama

Sambil Ngabuburit, Mahasiswa INSTIPER Belajar Membatik dengan Malam Sawit

Harga TBS Sawit Sumut Periode 4 – 10 Maret 2026 Naik Rp21,18 per Kg

Harga CPO KPBN Inacom Naik Pada Rabu (4/3), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Melemah

Pendapatan Melonjak 29%, Laba Bersih Kencana Agri Tumbuh 54% di 2025

Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 4–10 Maret 2026 Naik Rp. 55,13 per Kg

Produksi Kedelai Brasil Direvisi Turun, Cuaca Buruk di Rio Grande do Sul Tekan Hasil Panen

Harga TBS Sawit Plasma Riau 4-10 Maret 2026 Naik Rp 55,57 per Kg

Harga CPO KPBN Inacom Naik Pada Selasa (3/3), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Menguat Tertinggi

IndoAgri Tutup Tahun 2025 dengan Aset Stabil, Utang Pajak Turun dan Tanpa Impairment Baru

Harga CPO KPBN Inacom Naik Pada Senin (2/3), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Menguat Imbas Konflik di Timteng

Bengkulu Targetkan Replanting Sawit 3.500 Hektare pada 2026, Fokus Dongkrak Produktivitas Petani

Kementan Ajak Media Perkuat Narasi Positif, Sawit Jadi Pilar Indonesia Menuju Negara Agraris Adidaya