Dinas Pendidikan Kaltim Dorong Pemanfaatan Perpustakaan untuk Tingkatkan Literasi Anak
SAMARINDA – Penurunan tingkat literasi di kalangan anak-anak dan remaja di Kalimantan Timur menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat. Plt Kepala Disdikbud Kaltim, Irhamsyah, mengungkapkan bahwa angka literasi di wilayah ini menunjukkan penurunan yang signifikan, terutama di kalangan pelajar SMA dan SMK.
Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Pendidikan Kaltim telah merancang berbagai strategi guna meningkatkan minat baca siswa. Salah satu langkah yang diambil adalah mendorong para siswa untuk rutin mengunjungi perpustakaan sekolah. Irhamsyah menyatakan, "Kami juga mendorong mereka untuk dijadwalkan berkunjung ke perpustakaan provinsi. Selain membaca, siswa diminta untuk membuat rangkuman dari hasil kunjungan mereka."
Menurutnya, kebiasaan ini penting untuk tidak hanya menumbuhkan minat baca, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis siswa melalui kegiatan merangkum. "Ini kami lakukan sebagai upaya untuk membiasakan mereka membaca, sekaligus memancing kemampuan berpikir kritis dengan membuat rangkuman dari yang mereka baca," tambah Irhamsyah.
Di tengah era digital saat ini, Irhamsyah juga mengungkapkan keprihatinan mengenai kecenderungan anak-anak yang lebih mengandalkan informasi instan dan aplikasi berbasis kecerdasan buatan. Banyak siswa yang cenderung hanya mencari rangkuman atau sinopsis buku secara online tanpa membaca buku tersebut secara langsung. Hal ini menjadi tantangan dalam membentuk karakter dan pola pikir generasi muda.
"Kami ingin anak-anak ini benar-benar datang ke perpustakaan, mengambil satu buku, membaca isinya, dan menuliskannya kembali dengan tangan. Hal ini dapat meningkatkan daya ingat mereka. Ketika menulis langsung, ada proses yang berbeda dibandingkan hanya melihat atau mendengar," jelasnya.
Irhamsyah juga menambahkan bahwa Dinas Pendidikan berencana untuk mengembangkan kebijakan yang lebih mendukung optimalisasi penggunaan perpustakaan di setiap sekolah, serta perpustakaan provinsi. Dengan langkah ini, waktu kunjungan siswa ke perpustakaan dapat diatur secara rutin, dan akses terhadap beragam koleksi buku semakin terbuka.
Melalui berbagai upaya ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim berharap tingkat literasi di kalangan anak-anak dan remaja dapat kembali meningkat, menciptakan generasi yang lebih cerdas dan kritis.




