UNNES Kembangkan Ekonomi Kreatif dan Kesejahteraan Lansia di Dusun Bonsomo
Sumber Foto: Kompasiana.com
Sosial

UNNES Kembangkan Ekonomi Kreatif dan Kesejahteraan Lansia di Dusun Bonsomo

Temanggung, 7 Februari 2026 — Dalam upaya mengembangkan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan psikologis masyarakat desa, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan kegiatan penyuluhan pengelolaan limbah puntung rokok menjadi pestisida nabati yang dilanjutkan dengan Art Therapy berupa pembuatan mozaik dari biji-bijian. Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Bonsomo, Desa Kwarakan, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, dengan sasaran utama warga lansia, pada Jumat (6/2).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program UNNES GIAT 15 yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata LPPM UNNES dengan melibatkan warga setempat sebagai mitra kegiatan. Program ini dirancang untuk mengintegrasikan aspek lingkungan, kreativitas, dan kesehatan mental dalam satu rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat.

(Proses penyuluhan pembuatan Pupuk Nabati (Dokumentasi Pribadi))

Kegiatan diawali dengan sesi penyuluhan dan edukasi pengelolaan limbah puntung rokok yang dikemas secara aplikatif. Mahasiswa KKN tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis, tetapi juga mempraktikkan langsung tahapan pembuatan pestisida nabati dari limbah puntung rokok yang kerap dijumpai dalam kegiatan masyarakat yang belum dikelola secara optimal.

Mahasiswa menjelaskan bahwa pembuatan pestisida nabati dilakukan dengan mengumpulkan dan membersihkan sejumlah puntung rokok, kemudian merendamnya dalam air panas dengan takaran 1 : 30 untuk mengekstraksi kandungan nikotin sebagai pengendali hama alami. Larutan hasil rendaman selanjutnya disaring dan dapat digunakan sebagai pestisida nabati pada tanaman skala rumah tangga.

Selama praktik berlangsung, mahasiswa memandu warga lansia secara bertahap, mulai dari pemilahan bahan, penentuan jumlah puntung rokok, hingga tahapan pengolahan yang aman dan mudah diterapkan. Penyampaian dilakukan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami, sehingga warga terlibat aktif dalam proses penyuluhan.

Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, seperti jumlah puntung rokok yang ideal, durasi perendaman, serta cara penggunaan pestisida yang aman bagi tanaman. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan berbasis praktik mampu membuka wawasan warga terhadap pemanfaatan limbah sebagai bagian dari ekonomi kreatif berbasis lingkungan.