Siswa Sekolah Rakyat Ponorogo Ikuti Tes Kebugaran Sebelum Asrama
Sumber Foto: Pemerintah Kabupaten Ponorogo
Lifestyle

Siswa Sekolah Rakyat Ponorogo Ikuti Tes Kebugaran Sebelum Asrama

CIRI khas kehidupan asrama langsung terlihat pada hari pertama pembelajaran di Sekolah Rakyat (SR) Ponorogo yang sementara waktu menempati Gedung Sentra Industri (GSI). Ini bersamaan 119 peserta didik menjalani tes kebugaran dengan berlari sejauh 1.600 meter di halaman GSI, Jumat (1/8/2025). Tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo mengawal tes kebugaran itu dan masih satu rangkaian dengan tes kesehatan yang sudah berlangsung pertengahan Juli lalu.

“Ini bagian dari skrining kesehatan menyeluruh yang bertujuan mengukur serta memantau kondisi fisik peserta didik, utamanya dalam menyesuaikan diri dengan pola hidup di asrama yang padat dan disiplin,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat di Dinkes Ponorogo Teguh Budi Prihwanto.

Menurut dia, tes kebugaran itu menggunakan metode Rockport. Yakni, pengukuran daya tahan melalui catatan waktu lari sejauh 1.600 meter yang pengolahan hasilnya melalui aplikasi SIPGAR (Sistem Informasi Pengukuran Kebugaran). Kementerian Kesehatan mengembangkan aplikasi SIPGAR untuk mengukur kebugaran jasmani seseorang. “Kami akan memberikan rekomendasi personal. Siswa dengan kategori kebugaran kurang, misalnya, akan disarankan untuk mengikuti aktivitas fisik rutin,” ungkap Teguh.

Sedangkan siswa dengan kebugaran baik disarankan untuk melanjutkan olahraga dan aktivitas belajar secara proporsional. Kata Teguh, hasil tes kebugaran juga akan menunjukkan kesiapan siswa beraktivitas di asrama. “Hidup di asrama menuntut kemandirian dan daya tahan fisik yang baik,” ungkapnya.

Sementara itu, sebagian peserta didik SR Ponorogo tetap menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan karena belum sempat ikut di tahap pertama. Teguh menyebut siswa dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan lebih fokus serta aktif jika kondisi fisik dan mentalnya sehat. “Mereka juga lebih siap menjalani semua kegiatan di asrama sehingga menjadi generasi yang mandiri, cerdas, dan tangguh,” pungkasnya. (kominfo/mey/nky)