Sidang Pengadilan di California untuk Menentukan Kepemilikan Buku Harian Mantan Sekretaris Mao Zedong
Sumber Foto: Voice of America Indonesia
Catatan Harian

Sidang Pengadilan di California untuk Menentukan Kepemilikan Buku Harian Mantan Sekretaris Mao Zedong

Pengadilan di Oakland, California, memulai sidang pada minggu ini untuk menentukan siapa yang berhak atas buku harian yang ditulis oleh Li Rui, mantan sekretaris Mao Zedong, pendiri Partai Komunis China. Li Rui dikenal karena kritiknya yang terbuka terhadap Partai Komunis dan kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh para pemimpin China.

Buku harian tersebut disumbangkan oleh putri Li, Li Nanyang, kepada Universitas Stanford. Namun, janda Li, Zhang Yuzhen, mengajukan tuntutan untuk mengembalikan dokumen tersebut. Tindakan hukum ini menimbulkan spekulasi bahwa gugatan Zhang mungkin didanai oleh pemerintah China, yang berupaya mengendalikan narasi sejarah terkait Mao dan Partai Komunis.

Sejarah dan Kontroversi Buku Harian

Li Rui telah menulis sekitar 10 juta kata dalam bentuk buku harian, surat, dan catatan, yang mencakup kritik tajam terhadap Mao dan peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah China, termasuk Pembantaian Lapangan Tiananmen pada tahun 1989. Dalam catatannya, Li mengungkapkan keprihatinan mendalamnya atas tindakan pemerintah saat itu.

Pada tanggal 4 Juni 1989, ketika militer China beraksi untuk menghentikan protes pro-demokrasi, Li menuliskan, "Saya gelisah sepanjang hari, dan saya selalu ingin menangis." Selain itu, pada tahun 2010, ia menyatakan, "Tindakan Mao benar-benar bertentangan dengan nilai-nilai universal kebebasan, demokrasi, kemajuan ilmiah, dan supremasi hukum." Bahkan, ia juga mengkritik Presiden Xi Jinping dalam catatan hariannya.

Pertikaian Hukum

Li Nanyang, yang merupakan warga negara Amerika, menjelaskan bahwa ayahnya menyerahkan sekitar 40 kotak dokumen ke Hoover Institution di Stanford untuk memenuhi keinginannya agar dokumen tersebut disimpan dengan baik. Namun, Zhang mengklaim bahwa putrinya menggunakan "pengaruh yang tidak semestinya" untuk memperoleh dokumen tersebut.

Pada tahun 2019, Zhang menggugat Stanford dan Li Nanyang di Pengadilan Distrik Xicheng Beijing, yang memutuskan untuk mengembalikan dokumen kepada Zhang. Sebagai reaksi, Stanford mengajukan klaim hak milik di pengadilan federal Amerika Serikat, berusaha untuk mempertahankan hak atas arsip Li Rui.

Zhang kemudian mengajukan gugatan balik pada tahun 2020, menuduh bahwa Li Nanyang dan Stanford telah melakukan pelanggaran hak cipta dan mengungkapkan informasi pribadi. Pengacara Zhang membantah adanya keterlibatan pemerintah China dalam kasus ini, meskipun banyak pakar meragukan pernyataan tersebut.

Kecurigaan dan Reaksi

Di hari kedua sidang, Li Nanyang menegaskan bahwa ayahnya secara sukarela menyerahkan buku hariannya kepada Universitas Stanford. Ia juga mengungkapkan keraguannya terhadap motivasi di balik gugatan yang diajukan oleh Zhang, mencatat bahwa pemerintah China mungkin berusaha menutupi fakta-fakta yang tidak menguntungkan bagi citra Partai Komunis.

Perry Link, seorang ahli sinologi, berpendapat bahwa ada indikasi kuat bahwa Partai Komunis terlibat dalam proses hukum ini. Ia menyatakan, "Peran partai begitu jelas, sehingga tidak perlu lagi membuktikannya. Zhang sendiri mengaku tidak memiliki sumber daya untuk menggugat."

Profil Li Rui

Li Rui lahir pada tahun 1917 dan terlibat aktif dalam revolusi yang membawa Partai Komunis ke kekuasaan pada tahun 1949. Meskipun pernah menjabat sebagai sekretaris Mao, ia mengalami penurunan karier dan dipenjara akibat perbedaan pendapat. Setelah dibebaskan, Li kembali ke partai dan terus menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah hingga akhir hayatnya.

Sidang di Oakland diharapkan akan berlangsung hingga akhir bulan ini, dengan berbagai argumen yang dipresentasikan mengenai kepemilikan buku harian bersejarah ini.