Ramadhan: Waktu yang Tepat untuk Meningkatkan Keimanan dan Ketahanan Diri
Sumber Foto: RRI.co.id
Internasional

Ramadhan: Waktu yang Tepat untuk Meningkatkan Keimanan dan Ketahanan Diri

Jurnal News - RRI.CO.ID, Bone - Ramadhan disebut sebagai momentum penting untuk memperbaiki kualitas diri sekaligus memperkuat ketahanan menghadapi tantangan global. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Muhammad Asriady, M.Th.I., Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas, yang menilai bulan suci ini bukan sekadar ibadah menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana pendidikan spiritual dan pembentukan karakter.

Menurut Muhammad Asriady, Ramadhan merupakan Syahrul Tarbiyah atau bulan pendidikan, yang menjadi kesempatan besar untuk meningkatkan kompetensi diri. “Ramadhan dapat dimaknai sebagai momentum untuk memperbaiki sikap, kebiasaan, dan kualitas keimanan agar menjadi pribadi yang lebih tangguh menghadapi tantangan zaman,” jelas Asriady pada rri.co.id, Senin, 9 Maret 2026.

Ia juga mengutip nasihat Anregurutta Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, yang menyebut Ramadhan sebagai laboratorium peningkatan kualitas diri untuk semakin taat kepada Tuhan. Dalam perspektif Islam, kata Asriady, peningkatan kualitas diri ini sejalan dengan pesan Rasulullah SAW bahwa seseorang disebut beruntung jika hari ini lebih baik dari hari sebelumnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dari sisi ilmu pengetahuan modern, puasa juga memiliki manfaat bagi perkembangan otak manusia. Menurutnya, puasa dapat memicu neuroplasticity, yaitu kemampuan otak membentuk koneksi baru yang membantu seseorang memutus kebiasaan buruk dan membangun kebiasaan positif.

Ia juga mengingatkan bahwa Ramadhan harus dimanfaatkan oleh setiap kalangan sesuai peran masing-masing. Bagi santri atau pelajar, bulan ini menjadi kesempatan meningkatkan semangat belajar sebagai bagian dari ibadah.

Sementara bagi guru, Ramadhan diharapkan menjadi momentum untuk lebih inovatif, produktif, dan mengajar dengan penuh keikhlasan. Di sisi lain, bagi pejabat dan pemimpin, Ramadhan menjadi pengingat bahwa jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

Asriady menegaskan bahwa kepemimpinan harus dijalankan dengan integritas dan tanggung jawab demi kemaslahatan masyarakat. Ia menambahkan bahwa di tengah situasi dunia yang menghadapi krisis ekonomi dan konflik kemanusiaan, nilai-nilai Ramadhan seperti menahan diri, hidup sederhana, dan menunda kesenangan atau delayed gratification menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk bertahan dan tetap kuat menghadapi tantangan global.