Pengawasan Pangan Diperketat di Pasar Maricayya Jelang Ramadan
Jurnal News - Komisi IX DPR RI bersama BBPOM Makassar intensifkan Pengawasan Pangan Makassar di Pasar Maricayya, memastikan harga stabil dan produk aman konsumsi jelang Ramadan.
18:00:44
Makassar, 21 Februari 2026 – Komisi IX DPR RI, diwakili oleh Anggota Ashabul Kahfi, bersama Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar, Yosef Dwi Irwan, melakukan kunjungan kerja ke Pasar Maricayya. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa produk pangan yang diperjualbelikan di pasar tersebut aman untuk dikonsumsi masyarakat luas.
Kegiatan pemantauan pasar tradisional ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Besar Keagamaan lainnya. Fokus utama kunjungan adalah memantau stabilitas harga pangan terkini serta menjamin keamanan produk yang tersedia di pasaran.
Dalam kesempatan tersebut, para anggota DPR dari Komisi IX RI menyisir setiap los pedagang dan berdialog langsung. Mereka berinteraksi dengan para penjual untuk mendapatkan informasi terkini mengenai harga dan kualitas bahan pokok yang ditawarkan kepada konsumen.
Fokus Pengawasan Harga dan Keamanan Pangan
Kunjungan Komisi IX DPR RI dan BBPOM Makassar ke Pasar Maricayya menegaskan pentingnya Pengawasan Pangan Makassar yang komprehensif. Selain memastikan ketersediaan pasokan, tim juga menekankan bahwa produk pangan yang dijual harus terjangkau dan aman dikonsumsi sesuai standar kesehatan nasional.
Para anggota dewan secara langsung berinteraksi dengan pedagang, menanyakan harga berbagai komoditas pokok. Dialog ini penting untuk mendapatkan gambaran akurat mengenai fluktuasi harga di tingkat konsumen, terutama menjelang periode permintaan tinggi seperti Ramadan.
Aspek keamanan produk menjadi prioritas utama dalam kunjungan ini. Tim memastikan bahwa produk yang beredar tidak hanya memenuhi standar harga, tetapi juga bebas dari bahan berbahaya atau penyalahgunaan yang dapat merugikan kesehatan masyarakat.
ADVERTISEMENT
Peningkatan Pengawasan Produk Berpotensi Bahaya
Dalam tinjauan lapangan tersebut, Komisi IX DPR RI memberikan perhatian khusus terhadap produk-produk yang berpotensi berbahaya. Anggota dewan mendesak BBPOM Makassar untuk terus meningkatkan intensitas pengawasan terhadap peredaran barang-barang tersebut.
Produk seperti kosmetik dan jamu tradisional tanpa izin edar yang dijual di lingkungan pasar menjadi sorotan utama. Ashabul Kahfi menyatakan bahwa meskipun mayoritas pangan di pasar tradisional umumnya layak konsumsi, keberadaan produk ilegal tetap menjadi perhatian serius.
BBPOM Makassar didesak untuk tidak hanya memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai ciri-ciri produk aman. Namun, juga melakukan tindakan penelusuran dan penindakan secara tegas terhadap produk yang tidak memenuhi ketentuan berlaku.
ADVERTISEMENT
Sinergi Legislatif dan Otoritas Keamanan Pangan
Pemeriksaan di Pasar Maricayya ini mencerminkan sinergi kuat antara fungsi pengawasan legislatif dan otoritas keamanan pangan. Kolaborasi ini esensial dalam menjamin konsumsi yang aman serta stabilisasi harga bahan pokok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.
Langkah proaktif ini diharapkan mampu memperkuat perlindungan konsumen di Makassar. Selain itu, upaya ini juga bertujuan menjaga momentum kestabilan ekonomi mikro di pusat perdagangan tradisional, terutama saat bulan suci Ramadan.
Melalui Pengawasan Pangan Makassar yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat dapat berbelanja dengan tenang. Mereka dapat yakin bahwa produk yang dibeli tidak hanya terjangkau tetapi juga memenuhi standar keamanan dan kualitas yang ditetapkan.
Sumber: AntaraNews
ADVERTISEMENT




