Pembiayaan BNPL Perbankan Capai Rp26,4 Triliun dengan 31,21 Juta Rekening
Warta Ekonomi, Jakarta -
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan buy now pay later (BNPL) perbankan mencapai Rp26,4 triliun per Desember 2025 dengan jumlah rekening menembus 31,21 juta.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyatakan baki debet kredit BNPL perbankan sebagaimana tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) tumbuh 19,32 persen secara tahunan dibandingkan posisi Desember 2024.
“Per Desember 2025, baki debet kredit BNPL perbankan tumbuh 19,32 persen secara year on year menjadi Rp26,4 triliun, dengan jumlah rekening mencapai 31,21 juta,” ujar Dian Ediana Rae, berdasarkan hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK pada 28 Januari 2026, dikutip Jumat (6/2/2026).
year on year menjadi Rp8.586 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 13,83 persen secara year on year menjadi Rp10.059 triliun.
Dian menegaskan meskipun porsi BNPL terhadap total kredit perbankan masih relatif kecil, yakni 0,31 persen, OJK tetap mencermati perkembangan produk tersebut mengingat laju pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan kredit konsumsi konvensional.
Dari sisi risiko, OJK menyampaikan kualitas kredit perbankan secara umum tetap terjaga. Per Desember 2025, rasio kredit bermasalah (non-performing loan /NPL) gross tercatat sebesar 2,05 persen dan NPL net sebesar 0,79 persen. Likuiditas industri perbankan juga berada pada level memadai dengan liquidity coverage ratio (LCR) mencapai 200,97 persen.




