OJK Optimis Pertumbuhan Kredit 12% Berkat Penempatan SAL Rp200 Triliun
Sumber Foto: Stabilitas.id
Ekonomi

OJK Optimis Pertumbuhan Kredit 12% Berkat Penempatan SAL Rp200 Triliun

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai positif keputusan pemerintah memperpanjang penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp200 triliun di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Kebijakan ini diyakini bakal mengakhiri tren perang suku bunga khusus (special rate) dan mendorong efisiensi biaya dana perbankan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa tambahan likuiditas yang masif akan menurunkan tensi persaingan penghimpunan dana. Dengan kondisi ini, perbankan memiliki ruang lebih luas untuk menurunkan suku bunga kredit secara agregat.

“Likuiditas meningkat dan akan drag down tingkat suku bunga. Bank tidak perlu lagi negosiasi dengan special rate. Sekarang rata-rata biaya pendanaan sudah mulai turun,” ujar Dian saat ditemui di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

BERITA TERKAIT

Tanpa Bayar Premi, Nasabah Payroll Permata Bank Kini Otomatis Terlindungi Astra Life

LPS Segera Terbitkan Aturan Turunan Restrukturisasi Perbankan dan Penjaminan Polis

OJK: Stabilitas Keuangan Terjaga, Kredit Investasi Tumbuh Melambung 20,85%

Likuiditas Melimpah, BI Beri ‘Bonus’ 1 Persen DPK untuk Bank yang Genjot Kredit UMKM

Dian menekankan bahwa tujuan akhir dari penurunan biaya dana ini adalah untuk mendongkrak sektor UMKM. Jika bunga kredit menjadi lebih terjangkau, diharapkan ekspansi pembiayaan ke sektor produktif tersebut dapat meningkat signifikan sepanjang tahun ini.

Meski demikian, Dian memberikan catatan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait tenor penempatan dana. Menurutnya, jangka waktu enam bulan dinilai terlalu singkat untuk mendorong pembiayaan proyek-proyek strategis secara optimal.

“Idealnya kebijakan ini berlaku lebih panjang, bisa 1 tahun, 3 tahun, bahkan 5 tahun, tergantung pada profil proyek yang dibiayai,” tambahnya.

Target Ekspansi Kredit Dua Digit

OJK memproyeksikan pertumbuhan kredit industri perbankan nasional akan kembali bergairah di kisaran 10%—12% pada tahun 2026. Dian mengakui sempat terjadi perlambatan pertumbuhan kredit dalam enam bulan terakhir, namun hal itu disebabkan oleh aksi perbankan yang fokus melakukan pembersihan neraca dari kredit bermasalah (NPL).

“Setelah proses pembersihan buku selesai, biasanya akan terjadi bounce back. Perbankan akan kembali melakukan lompatan ekspansi kredit,” tutur Dian optimis.

OJK berharap manajemen perbankan dapat menetapkan target pertumbuhan yang lebih agresif, sejalan dengan membaiknya profil risiko dan dukungan likuiditas yang kuat dari sisi fiskal maupun moneter. ***

Tags: #Ekonomi Indonesia #NPL Dana SAL Dian Ediana Rae himbara Kredit UMKM likuiditas perbankan ojk pertumbuhan kredit suku bunga kredit

Sebelumnya

Bursa Wajibkan Free Float 15%, Mandiri Sekuritas Pastikan Emiten IPO Siap Menyesuaikan

Selanjutnya

OJK Rilis SMART & CBRA: Kompas Baru Perbankan Indonesia Hadapi Risiko Perubahan Iklim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar *

Nama *

Email *

Situs Web

Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.

BACA JUGA

BTN Bikin Layanan Publik Pemkab Tapanuli Utara Makin Modern

oleh Sandy Romualdus

9 Mei 2026 - 00:28

Stabilitas.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara. Tiga penandatanganan nota kesepahaman...

Garap Pasar Jawa Barat, CIMB Niaga (BNGA) Gandeng 70 Agen Properti di Bandung

oleh Sandy Romualdus

8 Mei 2026 - 12:39

Stabilitas.id – PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) terus memperkuat penetrasi pembiayaan kepemilikan hunian di wilayah Jawa Barat dengan menggandeng...

Ekspansi ‘Hyperscale’, DCI Indonesia (DCII) Raih Kredit Rp17 Triliun dari BCA

oleh Stella Gracia

8 Mei 2026 - 11:40

Stabilitas.id – Emiten pusat data besutan Toto Sugiri, PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), mendapatkan kucuran fasilitas kredit investasi jumbo senilai...

Laba Bersih Tembus Rp7,56 Triliun, BSI (BRIS) Bagi Dividen Rp32,81 per Saham

oleh Stella Gracia

8 Mei 2026 - 11:31

Stabilitas.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) atau BSI memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp1,51 triliun atau setara...

Persiapan Haji Lebih Terukur, BNI (BBNI) Hadirkan Fitur ‘Life Goals’ di Aplikasi wondr

oleh Stella Gracia

8 Mei 2026 - 11:30

Stabilitas.id – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) memperkuat kapabilitas aplikasi wondr by BNI dengan meluncurkan fitur Life Goals....

Bank Jatim (BJTM) Tebar Dividen Rp850,18 Miliar, Yield Tembus 9,51%

oleh Sandy Romualdus

8 Mei 2026 - 11:28

Stabilitas.id – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (BJTM) resmi mengantongi restu pemegang saham untuk membagikan dividen tunai sebesar...