OJK dan Perbankan Tingkatkan Ketahanan Iklim Melalui Kerja Sama Strategis
Sumber Foto: Upeks.co.id
Ekonomi

OJK dan Perbankan Tingkatkan Ketahanan Iklim Melalui Kerja Sama Strategis

Jurnal News - MAKASSAR, UPEKS.co.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama industri perbankan nasional memperkuat langkah pengelolaan risiko iklim dan ketahanan sektor keuangan, melalui pembentukan Indonesia–UK Strategic Partnership Working Group on Climate Financing.

Inisiatif ini menandai penguatan kerja sama strategis Indonesia dan Inggris dalam memobilisasi pembiayaan hijau guna mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Bacaan Lainnya

Bank Mandiri Taspen Perkuat Ekosistem Keuangan Lewat Kolaborasi dengan BPR Dana Raya

‘Pedasnya’ Lombok Kuning Simpati Sampai ke Negeri Sakura

Dominan Pertanian, BRI Region 15 Makassar Salurkan KUR Rp4,8 Triliun Hingga April 2026

Peluncuran kelompok kerja tersebut dilakukan dalam The 2nd Indonesia Climate Banking Forum (ICBF): Climate Risk Management and Banking Resilience to Support Climate Finance Investment yang digelar di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Forum ini menjadi kelanjutan dari ICBF pertama pada 2024 yang menandai dimulainya pengelolaan risiko iklim secara lebih terstruktur di sektor perbankan.

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan, transformasi sistem keuangan yang selaras dengan iklim merupakan bagian penting dari komitmen OJK dan sektor jasa keuangan, dalam mendukung kebijakan pembangunan nasional.

Menurutnya, manajemen risiko iklim harus menjadi komponen strategis dalam arsitektur pengawasan perbankan, agar kebijakan transisi nasional dapat diterjemahkan secara efektif ke dalam tata kelola, manajemen risiko, dan alokasi pembiayaan.

“Kami menyambut baik dukungan kuat Pemerintah Britania Raya dalam mendorong pembentukan Kelompok Kerja Pembiayaan Iklim bersama OJK. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat inovasi pembiayaan transisi sekaligus memperdalam kemitraan strategis antara Indonesia dan Britania Raya,” kata Friderica dalam keterangan resminya yang diterima Upeks di Makassar.

Pembentukan kelompok kerja ini merupakan tindak lanjut dari kemitraan strategis Indonesia–Inggris yang disepakati Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Januari lalu.

Peresmian dilakukan oleh UK Minister for the Indo-Pacific Seema Malhotra, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey, Pjs Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, serta Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae.

Dian Ediana Rae menyampaikan, sektor perbankan Indonesia tetap memiliki ketahanan permodalan yang kuat untuk menyerap tekanan terkait iklim, tercermin dari rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) yang berada di atas ketentuan.

Kondisi tersebut menempatkan perbankan nasional pada posisi yang solid untuk mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.

“Sistem keuangan yang tangguh merupakan fondasi utama untuk memastikan stabilitas jangka panjang, pertumbuhan berkelanjutan, dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dian.

Dalam forum tersebut, OJK juga merilis dua publikasi strategis, yakni Climate Risk and Banking Resilience Assessment (CBRA) dan Indonesia Banking Sustainability Maturity Report 2025 (SMART).

Kedua laporan ini diharapkan menjadi rujukan bagi industri dan regulator dalam memperkuat pengawasan, meningkatkan ketahanan sektor perbankan, serta memastikan implementasi keuangan berkelanjutan berjalan lebih terukur dan selaras dengan agenda transisi nasional. (eky)

Sebarkan

Navigasi pos

Pos sebelumnya IKA Unhas Gelar Bakti Sosial Salurkan Bantuan untuk Pasien di Rumah Sakit Makassar dan Gowa

Pos berikutnya Jangan Sampai Lengah! Ini Tips #Cari_Aman Saat Berkendara di Bulan Puasa