Misteri Kematian Siswi SMAN Taruna Madiun: Ekshumasi Dilakukan untuk Menyelidiki Dugaan Kekerasan
Seorang siswi SMAN Taruna Angkasa Madiun berinisial GPN (16) diduga meninggal dunia dalam keadaan tidak wajar pada Rabu, 12 Juni 2024. Kematian ini awalnya dinyatakan akibat sakit berdasarkan rekam medis yang diserahkan oleh keluarga kepada polisi.
Kasat Reskrim Polres Madiun Kota, AKP Sujarno, menyatakan bahwa kematian korban dikaitkan dengan kondisi kesehatan yang buruk dan didukung oleh bukti rekam medis dari rumah sakit. Namun, seiring berjalannya waktu, muncul kejanggalan yang memicu penyelidikan lebih lanjut, sehingga pihak kepolisian memutuskan untuk melakukan ekshumasi terhadap makam GPN.
Ekshumasi dilakukan pada Rabu, 11 September 2024, di TPU Dusun Alas Pecah, Desa Geneng, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Menurut AKP Sujarno, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kepastian hukum mengenai penyebab kematian siswi tersebut. "Kegiatan berjalan lancar tanpa kendala. Kami mengambil semua hal yang diperlukan untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.
Orangtua korban, Bagus, mengungkapkan bahwa mereka menerima kabar mengenai sakitnya GPN pada Sabtu, 8 Juni 2024, saat anaknya dirawat di IGD Sogaten. Menurut penjelasan Bagus, anaknya mengalami demam dan setelah dibawa pulang ke Ngawi, kondisinya semakin memburuk, sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Geneng dan kemudian dirujuk ke RSUD Widodo Ngawi, di mana GPN dinyatakan meninggal.
Bagus juga menyampaikan bahwa ketika mencoba mengonfirmasi keadaan di sekolah, pihak sekolah tidak mengakui adanya pemukulan terhadap anaknya. Meski demikian, setelah kematian GPN, Bagus menemukan bukti percakapan dan catatan harian yang menunjukkan adanya indikasi kekerasan yang dialami putrinya.
Setelah menemukan bukti tersebut, Bagus melaporkan kembali dugaan kekerasan ke Polres Madiun Kota, yang kemudian berujung pada keputusan untuk melakukan ekshumasi guna mendalami lebih lanjut kasus ini. "Kami berharap penyelidikan ini dapat mengungkap kebenaran di balik kematian anak kami," katanya.




