Menghargai Persahabatan dengan Yusran Pare, Wartawan yang Inspiratif
BandungBergerak.id - Persahabatan penulis dengan Yusran Pare, seorang wartawan senior, dimulai sekitar sepuluh tahun lalu melalui platform media sosial Facebook. Pada tahun 2014, penulis rutin mengunggah halaman depan surat kabar lawas terbitan Bandung, seperti Pikiran Rakyat, Bandung Pos, Mandala, dan Gala. Unggahan tersebut menarik perhatian banyak wartawan senior dari era 70-an hingga 90-an, salah satunya adalah Yusran Pare yang saat itu menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Tribun Jateng di Semarang.
Penulis sebelumnya telah mengenal Yusran Pare melalui tulisan-tulisannya yang dimuat di berbagai surat kabar selama lebih dari 30 tahun. Kang Yusran, sapaan akrabnya, menjadi dikenal luas berkat liputan-liputannya yang tajam dan menarik. Salah satu karya terkenalnya adalah liputan mengenai gangguan di Jalan Lintas Sumatera yang dimuat di halaman utama Bandung Pos pada 28 Januari 1984. Dalam liputan tersebut, ia menggambarkan berbagai masalah yang dihadapi para sopir, termasuk praktik pungutan liar oleh oknum aparat.
Setelah saling berkomunikasi di media sosial, penulis dan Kang Yusran menjalin persahabatan yang akrab. Mereka sering bertemu di berbagai acara, seperti bedah buku dan peluncuran surat kabar online. Pertemuan tersebut semakin mempererat tali silaturahmi di antara mereka.
Karier Jurnalistik Yusran Pare
Kang Yusran lahir di Sumedang, Jawa Barat, pada 5 Juli 1958. Ia memulai karier jurnalistiknya di Bandung Pos pada 1979 dan terus mengabdi di dunia media cetak hingga pensiun dari TribunNews.com pada 2019. Dalam perjalanan kariernya, ia telah bekerja di berbagai surat kabar, termasuk Bernas Yogyakarta, Sriwijaya Post, dan Pos Kupang. Yusran juga terlibat dalam pendirian surat kabar Metro Bandung yang kemudian menjadi Tribun Jabar.
Selain di bidang jurnalistik, Kang Yusran juga aktif di dunia teater dan pernah tampil di panggung TVRI. Ia dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan mudah bergaul, tidak hanya dengan rekan-rekan sesama wartawan, tetapi juga dengan orang-orang baru yang dikenalnya.
Kabar Duka dan Warisan
Pada awal Juli 2024, penulis menerima kabar duka bahwa Kang Yusran mengalami kecelakaan lalu lintas saat bersepeda di Rancakalong, Kabupaten Sumedang. Ia meninggal dunia di RSUD Sumedang pada 2 Juli 2024, dan dimakamkan di TPU Nagrog Ujungberung, Bandung. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi komunitas jurnalistik di Indonesia.
Yusran Pare dikenang sebagai seorang wartawan yang humble dan memiliki banyak teman di berbagai kalangan. Keberadaannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, teman, dan rekan-rekannya. Selamat jalan Kang Yusran, terima kasih atas persahabatan dan silaturahmi yang telah terjalin.




