Mengenang Tabloid Monitor: Kunjungan Mantan Awak Media dan Tribute untuk Arswendo Atmowiloto
Sumber Foto: BandungBergerak.id
Catatan Harian

Mengenang Tabloid Monitor: Kunjungan Mantan Awak Media dan Tribute untuk Arswendo Atmowiloto

BandungBergerak.id – Sejarah media cetak di Indonesia dipenuhi dengan berbagai kisah inspiratif dan inovatif, salah satunya adalah Tabloid Monitor. Dikenal sebagai pionir infotainment, tabloid ini memulai perjalanannya pada tahun 1986 dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kenangan masyarakat, terutama di era 80-90-an.

Pimpinan redaksi pertama, Arswendo Atmowiloto, dikenal sebagai sosok yang kreatif. Di bawah kepemimpinannya, Tabloid Monitor sukses menyajikan informasi hiburan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan wawasan kepada para pembacanya. Tabloid ini menjadi panduan bagi masyarakat untuk mengikuti acara televisi di saat hanya ada satu stasiun televisi, yaitu TVRI. Selain berita hiburan, Monitor juga memuat ulasan tentang radio, film, dan musik.

Penulis artikel ini pertama kali mengenal Tabloid Monitor pada tahun 1986. Setelah membeli edisi perdana yang menampilkan Veronika Rhoma Irama, penulis menjadi pelanggan setia. Monitor menjadi pelopor genre infotainment yang banyak menginspirasi media cetak lainnya dan acara hiburan di televisi.

Pada era kejayaannya, Arswendo Atmowiloto juga dikenal melalui karya-karyanya di Majalah Hai dan film televisi "ACI, Aku Cinta Indonesia" yang berhasil menyentuh hati banyak penonton.

Tiga puluh tahun setelah penutupan Tabloid Monitor, penulis mengunggah sampul-sampul tabloid tersebut di media sosial, tidak hanya untuk bernostalgia, tetapi juga untuk mengingat pengaruh besar yang dimilikinya terhadap industri media di Indonesia. Meskipun awalnya banyak komentar skeptis, penjelasan dan informasi yang tepat membuat banyak orang menghargai kembali warisan Monitor.

Saat mengunggah konten tersebut, penulis tidak sendirian. Mantan awak Monitor, termasuk fotografer dan karikaturis, turut memberikan tanggapan dan berbagi kenangan. Setiap unggahan dilengkapi dengan ulasan dari mereka, menambah nilai nostalgia tersebut.

Pada tahun 2019, penulis menerima kunjungan dari mantan awak Tabloid Monitor yang datang untuk mengumpulkan dan menginventarisir media cetak yang pernah dikelola oleh Arswendo Atmowiloto. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempersiapkan acara Tribute to Arswendo Atmowiloto yang digelar untuk memperingati 100 hari wafatnya.

Tim yang mengunjungi penulis terdiri dari para jurnalis senior yang pernah bekerja di bawah bimbingan Mas Wendo. Mereka mengumpulkan sekitar 200 eksemplar media cetak dari tahun 1970-an hingga 2000-an, termasuk Tabloid Monitor, Majalah Hai, dan berbagai tabloid lainnya. Koleksi ini menjadi bagian penting dalam acara Tribute yang diadakan pada 30 November 2019 di Jakarta.

Kunjungan ini diakhiri dengan perjalanan ke makam Mas Arswendo Atmowiloto di San Diego Hill, Karawang, sebagai penghormatan terakhir bagi seorang tokoh yang telah banyak berkontribusi dalam dunia kewartawanan Indonesia.