Mengenal Wati Ananta: Penyiar Radio Ikonik dari Bali
Suara penyiar radio memiliki kekuatan yang luar biasa dalam menghibur dan menyatukan pendengar. Di balik mikrofon, terdapat sosok-sosok berdedikasi yang bekerja dengan sepenuh hati. Salah satu nama yang telah menjadi ikon di dunia penyiaran, khususnya di Pulau Bali, adalah Wati Ananta, seorang penyiar senior yang juga dikenal sebagai presenter televisi dengan julukan akrab Jegeg Bulan.
Pengalaman dan Karier
Wati Ananta telah berkecimpung di dunia penyiaran selama lebih dari tiga dekade. Ia memulai kariernya di Radio Bali Perkasa, Gianyar, pada tahun 1989, dan kemudian bergabung dengan Radio Global FM Bali pada tahun 2007 hingga saat ini. Radio Global FM Bali, yang beroperasi pada frekuensi 96.5 FM, merupakan bagian dari Kelompok Media Bali Post (KMB) dan menjadi salah satu stasiun berita yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk bersuara.
Di Radio Global FM Bali, Wati Ananta memandu acara Citra Bali Terkini dan telah menjadi pengisi suara di Bali TV sejak 2010. Ia juga dikenal sebagai ghostwriter dan presenter di berbagai program, menunjukkan dedikasinya dalam setiap peran yang dijalani.
Jangkauan dan Konten
Radio Global FM Bali memiliki jaringan afiliasi yang luas, menjangkau seluruh Bali dan sekitarnya. Beberapa radio afiliasi tersebut meliputi:
- Radio Swara Widya Besakih (SWIB) FM 106.8 Karangasem - fokus pada berita dan informasi aktual.
- Radio Genta Bali FM 96.1 Denpasar - menyajikan program tentang budaya dan hiburan.
- Radio Singaraja FM 92.0 Singaraja - menyampaikan berita lokal yang relevan.
KMB juga mengelola stasiun di daerah lain seperti Karangasem, Banyuwangi, Lombok, dan Yogyakarta, menjadikannya sebagai salah satu jaringan penyiaran terbesar di Indonesia bagian timur.
Perjalanan Hidup
Wati Ananta lahir di Tabanan pada 10 Januari 1969, dengan nama asli Ni Wayan Suryawati. Ia menikah dengan I Nyoman Nasiun dan dikaruniai dua putra. Wati adalah lulusan Fakultas Pertanian, Jurusan Budidaya Pertanian, Universitas Warmadewa, Denpasar. Selain kariernya di dunia penyiaran, ia juga dikenal sebagai pecinta alam dan hewan, memelihara 23 ekor kucing serta menanam berbagai pohon buah langka.
Minat Wati pada dunia radio muncul sejak kecil meskipun awalnya diarahkan untuk menjadi penari. Ia mulai mendengarkan siaran radio favoritnya di bawah pohon mangga setelah pulang sekolah. Selama masa remaja, ia kembali menemukan ketertarikan pada dunia radio saat tinggal di Surabaya dan terinspirasi oleh penyiar terkenal, Bung Viktor.
Setelah menjalani berbagai pengalaman dan tantangan, Wati akhirnya diterima di Radio Global Bali. Sejak saat itu, ia telah mengabdikan diri selama lebih dari 18 tahun di stasiun tersebut, menjadikan penyiaran sebagai bagian dari hidupnya.
Dedikasi dan Inspirasi
Bagi Wati Ananta, penyiaran bukan hanya sekadar pekerjaan, tetapi juga sebuah pengabdian. Ia merasa bangga dapat membagikan semangat, kegembiraan, dan harapan kepada pendengarnya. Suaranya menjadi jembatan yang menyentuh hati dan menyatukan berbagai kalangan, baik di dalam maupun luar negeri.
Kisah perjalanan Wati Ananta di dunia penyiaran menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk terus mengejar mimpi dengan tekad yang kuat. Dari suaranya yang hangat, banyak kenangan dan harapan yang tumbuh dan bertahan.




