Mengenal T. Bachtiar: Pakar Geografi dan Toponimi Indonesia
Di tengah perkembangan zaman yang pesat, sering kali kita melupakan pentingnya mengenal sejarah dan alam yang membentuk identitas kita. Titi Bachtiar, seorang geografiwan, peneliti, dosen, dan penulis, mengajak kita untuk lebih mencintai serta menjaga bumi. Ia percaya bahwa setiap nama tempat dan jejak di bumi ini menyimpan cerita yang perlu digali dan dipahami.
Profil T. Bachtiar
T. Bachtiar dikenal luas di Indonesia, terutama dalam konteks kajian tentang Bandung Purba. Sebagai pengarang, ia telah menulis banyak buku dan artikel yang menyentuh isu pendidikan, lingkungan, dan budaya. Sejak tahun 1990-an, ia mulai dikenal melalui kolom-kolom opini di surat kabar dan majalah berbahasa Sunda.
Dalam interaksinya dengan masyarakat, T. Bachtiar memiliki pendekatan yang unik dengan mengumpulkan data dan fakta sebanyak mungkin. Ia mencatat setiap informasi yang diperolehnya dari membaca, perjalanan lapangan, serta wawancara dengan masyarakat setempat. Pendekatan ini membantunya dalam menyusun tulisan yang berbasis fakta.
Keistimewaan Tulisan T. Bachtiar
Salah satu buku terkenalnya, "Toponimi: Susur Galur Nama Tempat di Jawa Barat", membahas asal-usul nama tempat dan bagaimana nama-nama tersebut sering kali diambil dari alam sekitar. Misalnya, nama kawasan Gentong di Kabupaten Tasikmalaya diambil dari bentuk tanjakan yang menyerupai gentong. T. Bachtiar menjelaskan bahwa nenek moyang kita sering kali memberi nama berdasarkan fitur alam, flora, fauna, atau peristiwa yang terjadi di suatu daerah.
T. Bachtiar, yang lahir di Pameungpeuk, Garut, pada 23 Juli 1958, adalah lulusan Jurusan Pendidikan Geografi di IKIP Bandung dan Jurusan Manajemen di Universitas Padjadjaran. Ia juga aktif sebagai dosen di Universitas Islam Nusantara (Uninus) dan terlibat dalam berbagai organisasi geografi.
Aktivitas dan Kontribusi
Selama dua dekade terakhir, T. Bachtiar telah melakukan banyak penelitian dan perjalanan ke berbagai tempat, sering kali dengan biaya pribadi dan menggunakan transportasi umum. Ia berpendapat bahwa Dataran Tinggi Bandung bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga merupakan laboratorium alam yang kaya akan informasi geografi.
Selain aktif menulis, T. Bachtiar juga terlibat dalam pendidikan dan pelatihan di bidang geowisata. Ia dikenal sebagai interpreter "Jelajah Geotrek" dan telah menginspirasi banyak orang untuk menjelajahi dan memahami alam.
Penghargaan dan Pengakuan
Selama kariernya, T. Bachtiar telah menerima berbagai penghargaan, termasuk Penulis Buku Terbaik dan Anugerah Budaya dari Pemerintah Kota Bandung. Pada tahun 2022, ia mendapatkan Anugerah Bhumandala Nama Rupabumi dari Badan Informasi Geospasial (BIG), sebuah pengakuan terhadap kontribusinya dalam mengembangkan informasi geospasial.
Motto dan Pesan Hidup
T. Bachtiar mengusung motto hidup, "Jelajah alam selagi Bumi masih berputar." Ia percaya bahwa perjalanan hidup adalah pencarian makna dan bahwa setiap langkah untuk menggali pengetahuan dan merawat alam adalah bagian dari mewariskan dunia yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Dengan semangat dan tekad, T. Bachtiar mengajak kita untuk melanjutkan perjalanan ini, karena setiap jejak yang kita tinggalkan akan menjadi warisan bermakna bagi bumi dan umat manusia.




