Mengenal Sutrisna, Musisi Gitar Klasik dan Fotografer Berbakat dari Subang
Sumber Foto: BandungBergerak.id
Catatan Harian

Mengenal Sutrisna, Musisi Gitar Klasik dan Fotografer Berbakat dari Subang

Setiap individu memiliki cara unik untuk mengekspresikan diri, termasuk melalui seni. Di Subang, terdapat sosok Sutrisna, seorang musisi gitar klasik yang juga dikenal sebagai fotografer. Melalui karyanya, ia menunjukkan bahwa seni dapat menjadi terapi jiwa serta sumber inspirasi dalam hidup.

Perjalanan Seni Sutrisna

Lahir di Bandung pada 5 September 1973, Sutrisna, yang akrab disapa Trisna, telah menapaki perjalanan yang mengesankan di dunia seni. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia memutuskan untuk fokus pada gitar klasik. Ia belajar di Indra Music School, Bandung, dan mendalami kemampuan bermain gitar di bawah bimbingan Venche Manuhutu, seorang musisi jazz ternama yang juga mengelola Venche Music School.

Trisna terinspirasi oleh gitaris dan komposer asal Paraguay, Agustin Barrios Mangore, serta guru-gurunya, Venche Manuhutu dan Ridwan B Tjiptahardja. Kemampuannya dalam memainkan gitar klasik tidak hanya menghidupkan suasana, tetapi juga menyentuh emosi para pendengarnya. Trisna telah tampil di berbagai acara di Subang, Bandung, dan Jakarta, serta mengabdikan diri sebagai pengajar gitar klasik di Allegria Music School Bandung dan Tunas Bandung Philharmonic Center Subang. Ia juga berkomitmen untuk mengajarkan musik klasik kepada anak-anak kurang mampu, memberikan kesempatan bagi mereka untuk merasakan keindahan musik.

Pentas Musik dan Dedikasi

Trisna telah menghasilkan beberapa karya pentas yang diapresiasi, di antaranya:

  • Mini Konser Barudak Gitar Subang pada 31 Agustus 2024 di Tumbuh Music, D'Rizz Pizza Subang;
  • Pembuka Konser Gitar Klasik "Tilurama Guitar Trio" pada 27 Oktober 2024 di Jacob Hall, Allegria Music School, Bandung;
  • Konser "Music Through Ages" pada 2 November 2024 di Bandung Creative Hub;
  • Konser Murid "Allegria Music School" pada 8 Desember 2024 di Auditorium IFI Bandung;
  • Konser "Subang Nyeni-11" pada 21–22 Desember 2024 di Subang Creative Center.

Menurut Trisna, gitar adalah alat musik yang "mobile" dan dapat dimainkan di berbagai lokasi, baik di pantai, gunung, maupun sungai. Gitar klasik baginya merupakan medium yang sempurna untuk mengekspresikan emosi dan menciptakan harmoni dalam kehidupan.

Menemukan Kreativitas di Tengah Pandemi

Pandemi Covid-19 pada tahun 2020 menjadi titik balik bagi Trisna untuk menjelajahi dunia fotografi. Ketertarikan terhadap objek di sekitarnya membawanya bergabung dengan komunitas Angin di Bandung. Melalui fotografi, ia menemukan cara baru untuk mengekspresikan diri.

Pada tahun 2023, ia menerbitkan buku fotografi berjudul “Life is Beautiful” yang diterbitkan oleh RAWS Syndicate Publishing. Buku ini menjadi refleksi visual perjalanan hidupnya, menggabungkan keindahan dengan kedalaman emosi. Foto-foto dalam buku tersebut sebagian besar diambil menggunakan kamera ponsel dan kamera mirrorless miliknya.

Refleksi Kehidupan Melalui Seni

Buku tersebut tidak hanya menampilkan keindahan visual tetapi juga mengajak pembaca untuk merefleksikan kehidupan. Dengan sampul hologram yang menawan, Trisna mengundang pembaca untuk melihat keindahan hidup sekaligus bercermin pada diri sendiri.

Trisna menyatakan bahwa baik gitar maupun fotografi adalah terapi baginya. Seni membantunya memahami dan mengolah pengalaman hidup, terinspirasi dari film “Life is Beautiful” yang mengajarkan bahwa ada keindahan meskipun dalam situasi sulit.

“Untuk melihat diri saya lebih lengkap, saya perlu cermin, lewat objek-objek dan kejadian yang saya tangkap lewat kamera,” ungkapnya.

Kesimpulan

Perjalanan Sutrisna menjadi pengingat bahwa seni dapat menyatukan jiwa dan memberikan makna baru dalam hidup. Dari senar gitar yang menciptakan harmoni hingga bidikan lensa yang menangkap keindahan, Trisna menunjukkan bahwa hidup adalah karya seni yang perlu dirayakan. Melalui karyanya, ia mengajak kita untuk terus berkarya, menghargai setiap momen, dan menemukan keindahan dalam hal-hal kecil di sekitar kita.