Mengenal Joey Cardinal: Penyiar Senior yang Tetap Berkarya di Dunia Radio
Joey Cardinal, seorang penyiar senior yang lahir di Bandung pada 19 Juli 1960, menganggap dunia radio bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hati. Ia berkomitmen untuk menyampaikan informasi, memberikan edukasi, dan menghibur pendengar di setiap momen kehidupannya.
Perjalanan karier Joey di dunia radio dimulai berkat dorongan sahabatnya, almarhum Mufti Muchtiar, di Radio Ardan. Sejak saat itu, ia tidak hanya berperan sebagai penyiar, tetapi juga terlibat dalam berbagai aspek seperti supervisi, produksi, dan manajemen traffic iklan. Meskipun menghadapi tantangan untuk menarik pendengar dan menyajikan acara berkualitas, ia menjalani peranannya dengan semangat yang tinggi.
Kontribusi Melalui Acara Ardan Nightmare
Salah satu kontribusi besar Joey adalah penggagas acara “Ardan Nightmare” yang dimulai pada tahun 1995 bersama Sam Sparrow. Acara ini menjadi fenomena dengan menghadirkan cerita misteri yang dialami oleh kru Ardan serta pengalaman mistis dari para pendengar. Keberhasilan acara ini mengukuhkan posisi Radio Ardan sebagai stasiun radio yang memiliki ciri khas di Kota Bandung.
Awalnya, acara ini merupakan program ngobrol biasa, tetapi menjadi booming karena hampir seluruh kru Ardan memiliki pengalaman supernatural di studio. Joey bertugas mencari lokasi-lokasi yang dianggap keramat untuk dijadikan bahan acara.
Identitas Radio Ardan
Nama Joey Cardinal mulai dikenal ketika Radio Ardan pada tahun 1991 memposisikan diri sebagai “the bird station”, di mana hampir semua kru menggunakan nama-nama burung. Hal ini memberikan ciri khas tersendiri bagi Radio Ardan dibandingkan dengan radio lain di Bandung.
Radio Ardan berhasil menarik perhatian pendengar muda melalui berbagai acara menarik, terutama kuis yang menjadi unggulan radio tersebut.
Peran dalam B Radio dan Majalah Hai
Joey juga berkontribusi dalam pengembangan B Radio, salah satu stasiun milik Ardan Group yang juga menaungi Radio ABC dan Cakra. Di B Radio, ia mengasuh program “Sunday Rhythm” yang mengulas lagu-lagu rock mancanegara dan “Blue Nite” yang menyajikan lagu-lagu easy listening untuk menemani pendengar menjelang tidur.
Selain itu, Joey menjalin kerja sama dengan Majalah Hai dan terlibat dalam berbagai program menarik, seperti HAI Rock dan acara musik lainnya, sehingga Radio Ardan dipercaya memproduksi acara untuk stasiun-stasiun besar di Indonesia.
Kembali ke Dunia Radio Streaming
Saat ini, Joey Cardinal atau yang akrab disapa Opa Joey, menjabat sebagai kepala studio di NBS Radio, di mana ia mengasuh program mingguan “Rock Never Dies” dan “Moon Light”. Kedua acara ini berhasil menarik banyak pendengar setiap minggunya.
Pengalaman Hidup yang Berwarna
Di masa mudanya, Joey yang memiliki nama asli Chaerudin Soelistyo, bergabung dengan Depot Kreasi Seni Bandung (DKSB) di bawah pimpinan musisi Harry Roesli. Setelah menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 1 Bandung, ia melanjutkan studi di University of Bridgeport, Connecticut, Amerika Serikat.
Selama tinggal di AS, Joey mengalami masa-masa sulit akibat wabah AIDS dan sempat tidak bisa keluar rumah selama hampir setahun. Momen bersejarah baginya adalah ketika menyaksikan konser “Live Aids” yang diadakan untuk mengumpulkan dana bagi penanggulangan kelaparan di Ethiopia.
Joey juga sempat bekerja sebagai arsitek di Filipina, namun terpaksa terdampar di sana selama setahun akibat konflik politik yang terjadi, sebelum akhirnya kembali ke Indonesia.
Harapan untuk Radio di Era Digital
Selain aktif di dunia radio, Joey menikmati bermain musik dan touring ke berbagai tempat. Ia berharap bahwa radio tetap relevan di era digital dengan berbagai program dan acara menarik yang bisa diakses kapan saja dan di mana saja.
Menurutnya, meskipun teknologi terus berkembang, daya tarik radio akan tetap ada. Joey percaya bahwa radio akan terus didengarkan oleh masyarakat, berperan penting dalam mengiringi waktu dan suasana hidup pendengar.
Dengan dedikasinya, Joey Cardinal telah menciptakan jejak yang signifikan dalam dunia penyiaran radio Indonesia, menjadi inspirasi bagi generasi penyiar muda yang ingin mengukir prestasi di bidang ini.




