Kultum Ramadan 2026: Penyampaian Pesan Kebaikan Melalui Platform Digital
Sumber Foto: Mureks
Teknologi

Kultum Ramadan 2026: Penyampaian Pesan Kebaikan Melalui Platform Digital

Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah telah tiba, membawa kembali semangat umat Muslim untuk meningkatkan ibadah dan memperdalam pemahaman agama. Kementerian Agama Republik Indonesia secara resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, setelah menggelar sidang isbat pada 17 Februari 2026. Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal puasa pada Rabu, 18 Februari 2026. Di tengah perbedaan penetapan ini, tradisi kultum atau kuliah tujuh menit tetap menjadi bagian tak terpisahkan dalam menyemarakkan bulan penuh berkah, bahkan kini merambah ke ranah digital.

Kultum: Pilar Spiritual di Bulan Suci

Kultum, yang merupakan singkatan dari kuliah tujuh menit, adalah format ceramah agama Islam yang ringkas namun padat makna. Biasanya disampaikan setelah salat berjamaah, seperti Subuh atau Isya sebelum Tarawih, atau menjelang waktu berbuka puasa, kultum berfungsi sebagai pengingat dan pencerah hati bagi jemaah. Esensinya adalah memberikan nasihat, motivasi, dan inspirasi yang relevan dengan amalan di bulan suci, mendorong umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, dan memaksimalkan setiap detik Ramadan.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

Tema Kultum yang Kian Beragam dan Relevan

Seiring perkembangan zaman, tema-tema kultum pun semakin meluas, tidak hanya terpaku pada fikih ibadah puasa, salat Tarawih, atau i’tikaf. Para penceramah kini dituntut untuk menghadirkan materi yang relevan dengan kondisi jemaah dan tantangan kontemporer. Beberapa tema yang menjadi sorotan untuk Ramadan 2026 antara lain pentingnya menjaga lisan dan “jari-jari” di era digital, puasa sebagai perisai dari maksiat, serta niat yang benar sebagai fondasi amal. Selain itu, pembahasan mengenai akidah, peningkatan keimanan, akhlak mulia seperti kejujuran dan kepedulian sosial, serta muhasabah diri (introspeksi) juga tetap menjadi materi penting yang menyentuh hati.

Dakwah Digital: Kultum Merambah Platform Inovatif

Fenomena menarik dalam penyampaian kultum Ramadan tahun ini adalah adaptasinya terhadap dunia digital. Forum Gawagis Muhammadiyah, misalnya, berinovasi dengan menggelar kajian Ramadan melalui platform gim daring Roblox. Langkah kreatif ini bertujuan menjangkau generasi digital yang akrab dengan dunia virtual, memungkinkan peserta mengikuti tausiyah dan diskusi interaktif menggunakan avatar mereka. Selain itu, Kantor Berita Alquran Internasional (IQNA) juga memproduksi serangkaian ceramah pendidikan dalam format video multimedia yang diterbitkan di situs web dan aplikasi pesan instan, menunjukkan bagaimana dakwah dapat beradaptasi tanpa meninggalkan esensi ajaran.

Persiapan Matang untuk Ramadan yang Bermakna

Menyambut Ramadan, persiapan tidak hanya diperlukan bagi umat yang berpuasa, tetapi juga bagi para penceramah. Pemilihan tema yang relevan, penyusunan alur yang runtut, dan penguatan argumen dengan ayat Al-Qur’an serta hadis sahih menjadi kunci kultum yang efektif. Ustadzah Shofwatunnida Syathiry menekankan tiga persiapan penting menyambut bulan suci: iman, ilmu, dan amal, agar ibadah lebih maksimal dan penuh keberkahan. Dengan persiapan spiritual dan fisik yang matang, diharapkan umat Muslim dapat mengoptimalkan Ramadan sebagai bulan pendidikan (syahrut tarbiyah) dan meraih ampunan serta keberkahan dari Allah SWT.