Kontroversi Chip dalam Piala Dunia 2026
Sumber Foto: Vietnam.vn
Catatan Harian

Kontroversi Chip dalam Piala Dunia 2026

Jurnal News - Teknologi chip yang terintegrasi dalam jersey pemain dan bola sepak pada Piala Dunia 2026 menuai kritik tajam. Chip ini dirancang untuk mengukur metrik tubuh dan jarak tempuh pemain, serta melengkapi sensor-sensor lain dalam analisis statistik sepak bola.

Awal Kejadian

Chip ini mulai mendapatkan perhatian saat Euro 2024, di mana teknologi tersebut mampu mengirimkan 500 gambar per detik, memberikan informasi detail mengenai kontak bola. Chip ini juga menghasilkan frekuensi getaran saat terjadi benturan, mendeteksi bahkan sentuhan terkecil, seperti sehelai rambut.

Perkembangan

Teknologi ini, yang dikenal sebagai Snickometer, awalnya ditemukan pada tahun 1990-an untuk kriket. Meskipun bertujuan untuk mengurangi kontroversi dalam keputusan wasit, kritik muncul terkait penerapannya di sepak bola. Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, mengungkapkan kekhawatirannya bahwa teknologi seperti VAR menghilangkan emosi dan kegembiraan dari permainan. Salah satu insiden yang diingat adalah gol penyama kedudukan Gvardiol yang dianulir karena teknologi getaran, yang memicu perdebatan luas.

Kondisi Terakhir

Wasit Espen Eskas, yang memimpin pertandingan Portugal-Kroasia, mengakui tidak melihat sentuhan yang menyebabkan gol Gvardiol dibatalkan. Namun, bukti dari Snickometer menjadi faktor penentu dalam keputusan tersebut. Sementara itu, dalam pertandingan lain, teknologi yang sama mengubah keputusan offside menjadi gol yang disahkan, meskipun tidak menimbulkan kontroversi besar. Kritikus mencatat bahwa meskipun teknologi ini meningkatkan akurasi, masih terdapat ketidakpastian dan unsur subjektif dalam keputusan wasit.