Kepala BKN dan Mendikdasmen Gelar Pertandingan Bulu Tangkis untuk Jaga Kebugaran Ramadan
JAKARTA - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan, memanfaatkan momentum Ramadan dengan menggelar pertandingan persahabatan bulu tangkis bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti. Kegiatan tersebut berlangsung di lapangan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, dalam rangkaian agenda berbuka puasa bersama, Rabu (25/02/2026).
Pertandingan digelar sebagai bagian dari upaya menjaga kebugaran di tengah padatnya aktivitas kerja selama bulan suci. Di sela kesibukan administrasi dan kebijakan publik, olahraga dinilai menjadi cara sederhana namun efektif untuk menjaga stamina sekaligus menyegarkan pikiran.
Suasana laga berlangsung santai namun tetap kompetitif, dengan para pegawai dari kedua instansi turut menyaksikan dan memberikan semangat dari pinggir lapangan. Momen tersebut menjadi warna berbeda dalam agenda Ramadan yang umumnya diisi dengan kegiatan seremonial dan rapat formal.
Prof. Zudan menyampaikan bahwa olahraga bersama dapat menjadi ruang interaksi yang lebih cair dan produktif antarpejabat. Ia menilai, komunikasi yang terbangun melalui kegiatan informal justru sering kali menghadirkan ide dan pemahaman yang lebih terbuka.
"Ngabuburit sambil berolahraga itu penting untuk menjaga kebugaran. Selain menyehatkan, ini juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan dan bertukar pikiran secara santai. Terlebih beliau merupakan sahabat lama, sehingga momen Ramadan ini sekaligus menjadi ajang memperkuat silaturahmi," ujarnya.
Menurutnya, menjaga kebugaran fisik selama Ramadan tetap menjadi prioritas meskipun dalam kondisi berpuasa. Aktivitas olahraga ringan seperti bulu tangkis dapat membantu menjaga daya tahan tubuh tanpa mengganggu ibadah.
Kegiatan tersebut juga mencerminkan sinergi antara BKN dan Kemendikdasmen dalam membangun budaya kerja yang sehat dan kolaboratif. Interaksi lintas instansi di luar forum resmi diharapkan memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.
Pertandingan ditutup dengan kebersamaan sebelum seluruh peserta bersiap menyambut waktu berbuka puasa. Momen tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa hubungan profesional dapat dibangun melalui pendekatan yang lebih humanis dan bersahabat.
Melalui kegiatan sederhana ini, Kepala BKN menegaskan pentingnya keseimbangan antara produktivitas kerja dan kesehatan pribadi. Ramadan bukan hanya tentang peningkatan spiritualitas, tetapi juga momentum untuk memperkuat solidaritas, menjaga kebugaran, dan membangun kolaborasi yang lebih solid antarinstansi pemerintah.




