Dampak Ketergantungan Smartphone dalam Kehidupan Sehari-hari
Jurnal News - RRI.CO.ID, Sungailiat - Sisi kehidupan manusia era digital semakin menarik perhatian, di mana banyak orang lebih sibuk dengan HP Smartphone mereka daripada berinteraksi dengan orang lain. Siapapun, nyaris tak lepas dari menatap HP dalam kesehariannya; mulai dari bangun tidur hingga berbaring saat mau tidur lagi.
Interval waktu selama 24 jam setiap harinya, HP senantiasa ada digenggamannya selama mata belum terpejamkan karena tidur. Sesibuk apapun; jalan-jalan, di kafe, restoran, bahkan saat di meja makan ada atau tidak pertemuan keluarga, apapun momennya menjadi kesempatan untuk menatap layar HP.
HP sepertinya membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dan membangun hubungan yang lebih dalam. Apakah perilaku itu mengancam terhadap pentingnya keseimbangan antara kehidupan digital dan kehidupan nyata?
Dinamika masyarakat dalam ketergantungan pada HP menjadi sisi gaya hidup di era digital ini, bahkan itu adalah keniscayaan. Setiap kisi dalam nafas dinamika apapun, HP menjadi keniscayaan digunakan meski hanya sekadar menatapnya atau berselancar lihat konten layar lewat sentuhan jari.
Di belahan bumi manapun, dampak era digital dirasakan, terlepas bijak atau tidak dalam pemanfaatan Smartphone. Pintu utama utuk itu ada di HP, karena ragam fitur dan aplikasi sudah terkondisikan..
Dalam dunia kerja, bijak pemanfatannya di antaranya tersiapkannya aplikasi presensi pegawai, bahkan bersifat online tidak lagi terekam secara manual. Tepat tidaknya seorang pegawai masuk kantor, bisa terpantau cepat oleh admin presesnsi.
"Ya pak, staf bapak terlihat aman presensinya," begitu kata Feri Bastian, seorang PIC presensi di RRI Sungailiat.
LPP RRI Sungailiat, satu di antara sekian lembaga pemerintah yang menerapkan sistem presensi, dengan aplikasi 'MyRRI'. Dinas, instansi lain bahkan pihak lembaga kerja swasta di daerah pun, pada umumnya memfasilitasi presensi lewat fitur dan nama aplikasi lainnya yang bisa diakses di masing-masing HP pegawai.
Tidak sebatas presensi, manfaat lainnya bisa dirasakan dalam sistem dan managemen suatu lembaga kerja. Marketing, totorial, investasi, pendidikan, intelegensi, konten kreator dan sebagainya terangkum dalam setiap aplikasi yang terangkum dalam sistem digitalisasi.
Gawai, perangkat elektronik seperti HP smartphone, tablet, atau komputer, memang sangat familier di kalangan usia, mulai anak-anak hingga dewasa. Perangkat elektronik era digital itu akrab juga di semua strata masyarakat, baik di perkotaan maupun pedesaan.
"Menggunakan HP dan mengaksesnya adalah keniscayaan dan itu tidak dapat dipungkiri. Informasi dari Instagram dan medsos lainnya tinggal buka HP. Itu bagian dari kebutuhan sekarang ini," kata pemuda Desa Zed Kabupaten Bangka, Hermanto.
Dia berupaya bijak menggunakan fitur-fitur, dan mengakses informasi di medsos. Ia pun mengakui banyak menyerap pengetahuan lewat layanan informasi di HP, bahkan menambah pertemanan dengan saling berbagi informasi.
HP dengan segala fiturnya yang ada sebagian penggunanya bisa jadi pelampiasan untuk mengekspresi diri berbagi pikiran dan bahkan menunjukkan kepribadian mereka. Lewat penyampaian ekspresi itulah memunculkan sebutan konten kreator, yang bisa meraup jutaan rupia sebagai pendapatan.
Beberapa orang mungkin menggunakan HP untuk mengekspresikan diri dengan cara yang positif, seperti berbagi karya seni atau tulisan, sementara yang lain mungkin menggunakan untuk membandingkan diri dengan orang lain atau mencari validasi.




