Indosat Siapkan Jaringan Stabil untuk Ramadan dan Idulfitri di Jatim
MALANG, KANALINDONESIA.COM: Ramadan 1447 H menjadi momen krusial bagi operator telekomunikasi. Lonjakan trafik data, arus mudik, hingga meningkatnya aktivitas digital menuntut kesiapan jaringan yang maksimal.
Menjawab tantangan itu, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memastikan layanan tetap stabil dan aman selama Ramadan hingga Idulfitri 2026, khususnya di wilayah Circle Java yang meliputi Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara.
Mengusung kampanye #LebihBaikIndosat dan semangat You Only Need One (YONO), Indosat menegaskan bahwa masyarakat hanya butuh satu koneksi yang benar-benar andal di momen penting—kuat jaringannya, aman digitalnya, serta nyata kepeduliannya.
Berita Terkait
Triwulan I Meningkat, Bandara Juanda Didominasi Penumpang Penerbangan Domestik
OPPO A95 Dilengkapi Kamera Mumpuni untuk Dukung UMKM
Inilah Keunggulan Samsung Galaxy A52
Inilah Rekomendasi Smartphone Gaming Terbaik 2021
AIvolusi5G Indosat, Inovasi Terbaru Bendung Spam & Scam ke Pelanggan
SiCepat Ekspres Raih Penghargaan Digital Marketing Champion in Services 2021
Indosat Circle Java melakukan penguatan jaringan di lebih dari 25 jalur mudik serta 291 titik keramaian (Point of Interest). Di Jawa Timur, lonjakan trafik diprediksi terjadi di wilayah Pacitan, Trenggalek, Magetan, Ngawi, dan Madiun dengan estimasi puncak kenaikan hingga 17,4 persen.
EVP-Head of Circle Java IOH, Fahd Yudhanegoro, menegaskan penguatan dilakukan agar pelanggan tetap lancar berkomunikasi, baik di kota besar maupun daerah tujuan mudik.
“Ramadan adalah momen silaturahmi. Kami pastikan pelanggan tetap terhubung tanpa gangguan,” ujarnya, Kamis (26/02).
Tak hanya memperkuat jaringan, Indosat juga menaruh perhatian pada keamanan digital. Melalui brand IM3, Tri dan HiFi Air, berbagai solusi disiapkan untuk mendukung kebutuhan pelanggan.
Melalui brand IM3, Indosat meluncurkan kampanye “IM3 SATSPAM+ Amankan Pejuang Ramadan”. Fitur SATSPAM+ (Satuan Anti Scam dan Spam Plus) diklaim menjadi inovasi perlindungan WhatsApp Call pertama di Indonesia.
Teknologi ini didukung AIvolusi5G untuk memberikan perlindungan real-time terhadap SMS, panggilan reguler, hingga WhatsApp Call dari potensi penipuan digital.
Data 2025 menunjukkan kasus penipuan digital selama Ramadan meningkat 34,7 persen. Sebanyak 89 persen terjadi melalui WhatsApp dan 64 persen melalui panggilan telepon. Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) juga mencatat Pulau Jawa sebagai wilayah dengan laporan tertinggi, dengan Jawa Timur menempati posisi ketiga nasional sebanyak 60.533 laporan.




