Dampak Penutupan Bandara Husein Sastranegara dan Nasib Bandara Kertajati
Sumber Foto: beritatrans.com
Catatan Harian

Dampak Penutupan Bandara Husein Sastranegara dan Nasib Bandara Kertajati

Penutupan Bandara Husein Sastranegara di Bandung untuk mendukung operasional Bandara Kertajati di Majalengka, dekat Cirebon, telah menimbulkan dampak yang signifikan. Meskipun tujuan awalnya adalah menghidupkan kembali Kertajati, kenyataannya justru menunjukkan bahwa bandara yang baru dibuka tersebut nyaris tidak dapat berfungsi dengan baik.

Setelah penutupan Husein Sastranegara, yang diharapkan dapat memberikan dorongan bagi Kertajati, kenyataannya penerbangan yang sempat beroperasi dari bandara baru tersebut kembali tutup. Masyarakat Bandung nampaknya tidak tertarik untuk terbang dari Kertajati, walaupun akses jalan tol dari Bandung ke Kertajati telah dibuka.

Pada bulan lalu, penulis mengunjungi Bandara Husein Sastranegara dan merasakan suasana sepi yang sangat kontras dengan keramaian yang pernah ada. Penutupan bandara ini tidak hanya berdampak pada sektor penerbangan, tetapi juga menyebabkan penurunan aktivitas ekonomi signifikan di sekitar lokasi, dengan banyak usaha kecil yang terpaksa tutup.

Bandara Husein yang dikatakan terlalu kecil untuk menampung kebutuhan penerbangan kota besar seperti Bandung, sebenarnya masih menyimpan kenangan bagi warganya. Banyak dari mereka yang lebih memilih terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, yang dianggap lebih efisien dan memiliki lebih banyak pilihan tujuan penerbangan.

Dalam sebuah pertemuan di Cirebon, di mana para pengusaha dan pejabat dari lima kabupaten berkumpul, diskusi mengarah pada bagaimana Kertajati dapat berfungsi lebih baik. Beberapa ide muncul, seperti pentingnya menyediakan shuttle bus dari Bandung dan Cirebon untuk meningkatkan konektivitas. Ada juga keluhan mengenai harga avtur yang lebih mahal di Kertajati dibandingkan bandara lain, yang dianggap sebagai salah satu faktor penghambat.

Walaupun berbagai pendapat dan saran telah disampaikan, tantangan untuk menjadikan Kertajati sebagai pusat ekonomi regional masih besar. Rencana besar untuk mengintegrasikan kawasan ini ke dalam ekonomi yang lebih luas kini tampak tidak jelas. Banyak yang berharap agar Bandara Husein Sastranegara dapat dibuka kembali, meskipun dengan penerbangan yang lebih terbatas, sebagai solusi jangka pendek untuk mengatasi masalah transportasi udara di wilayah tersebut.