Circular Economy: Solusi Ketahanan Indonesia Hadapi Krisis Global
Sumber Foto: Kompasiana.com
Internasional

Circular Economy: Solusi Ketahanan Indonesia Hadapi Krisis Global

Business Artikel Utama

Circular Economy, Ketahanan Indonesia Menghadapi Krisis Global

23 Januari 2026 17:45 Diperbarui: 24 Januari 2026 08:07 160 12 1

+

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Lihat foto

Ancaman krisis global terlihat melalui ketidakstabilan geopolitik dan perubahan iklim. Persaingan negara-negara seperti Amerika Serikat (AS) dan Eropa, AS dan Tiongkok, Rusia dan Ukraina, Iran dan Barat meningkatkan potensi konflik geopolitik. Isu energi dan perdagangan telah lebih dahulu memunculkan potensi krisis global.

Forum internasional seperti WEF Davos 2026 pun mencerminkan kekhawatiran atas fragmentasi geopolitik dan ancaman terhadap tatanan global berbasis aturan (Evandio, 2026). Fenomena ini pasti berdampak negatif pada perekonomian dunia. Bagaimana kita, Indonesia, menghadapinya?

Indonesia merupakan negara relatif besar, ditinjau dari luas wilayah, jumlah penduduk, dan keragaman budaya. Kondisi ini memberikan kekuatan ekonomi kepada kita.

Kekayaan budaya dan keragaman sumber daya alam merupakan modal besar bagi kewirausahaan untuk diolah dalam proses bisnis. Sementara itu, jumlah penduduk yang besar menawarkan tenaga kerja berikut kreativitasnya yang berlimpah, sekaligus menjadi pasar yang cukup.

Sirkulasi barang dalam bisnis memperkuat keberlanjutan ekonomi dan lingkungan. Artikel ini membahas tentang circular economy yang memberikan peluang ketahanan bagi Indonesia menghadapi ancaman krisis global.

Krisis global

Fluktuasi harga energi dan disrupsi rantai pasok terjadi seiring isu konflik geopolitik dan perubahan iklim. Konflik geopolitik menciptakan instabilitas politik dan perdagangan. Perubahan iklim menambah tekanan jangka panjang melalui bencana alam dan penurunan produktivitas sektor-sektor vital. Krisis energi dan disrupsi rantai pasok menaikkan biaya produksi hingga menyebabkan inflasi. Kombinasi faktor ini, jika semakin memburuk, akan menciptakan krisis global.

Inflasi semakin melemahkan daya beli dan keterbatasan pasokan barang akan semakin menaikkan harga-harga. Pemenuhan pangan dan sumber energi pun terganggu. Stabilitas sosial dan politik kemudian terjadi yang secara lingkaran setan akan memperburuk krisis tersebut. Oleh karena itu, setiap negara seyogyanya memiliki strategi adaptif dan ketahanan ekonomi yang kuat agar mampu bertahan dan tetap berkembang di tengah turbulensi global.

Circular economy

Circular economy (ekonomi sirkular) adalah paradigma baru yang menekankan efisiensi sumber daya melalui prinsip reduce, reuse, dan recycle. Dengan pendekatan ini, limbah tidak lagi dipandang sebagai akhir dari siklus produksi, melainkan sebagai input yang bernilai untuk proses produksi yang baru.

Penerapan circular economy dapat memperkuat ketahanan industri nasional, mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku, serta membuka peluang inovasi bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain itu, model ini sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan Indonesia, karena mampu menekan emisi, menjaga lingkungan, dan menciptakan lapangan kerja hijau yang berakar pada kreativitas lokal.

Ya, circular economy juga tentang penggunaan sumber energi baru terbarukan yang bisa diproses dari limbah proses yang lain selain sumber daya alam terbarukan. Misalnya sampah rumah tangga dan pertanian.

Kebijakan publik

HALAMAN :

1

2

LIHAT SEMUA

Mohon tunggu...

Lihat Business Selengkapnya

Beri Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

KIRIM

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

TAG

krisis global

krisis ekonomi

circular economy

kebijakan publik

entrepreneur

money