Catatan Aktivitas Harian Selama Pandemi Dinilai Membantu Penelusuran Kontak Erat
JAKARTA — Kebiasaan mencatat aktivitas harian selama pandemi Covid-19 dinilai bermanfaat untuk membantu penelusuran kontak erat apabila seseorang dinyatakan positif. Catatan tersebut dapat memuat informasi waktu, lokasi, dan orang yang berinteraksi dekat, sehingga memudahkan proses pelacakan dan pemeriksaan lanjutan.
Catatan pribadi untuk berjaga-jaga
Emha Poetra (23), mahasiswa koas kedokteran gigi di Jakarta Pusat, mulai mencatat aktivitas di luar rumah sejak 20 Maret 2020. Dalam catatannya, ia menuliskan waktu, tempat tujuan, serta orang yang berinteraksi erat dengannya. Catatan itu dibuat dalam buku dan selalu dibawa saat bepergian.
Emha mengaku mulai rutin mencatat setelah salah satu orang terdekatnya meninggal dunia akibat positif Covid-19. Saat itu, ia melihat banyak orang kebingungan ketika penelusuran kontak dilakukan karena tidak mengetahui secara pasti interaksi terakhir dengan almarhum.
“Berkaca dari peristiwa itu, ada ketakutan terpapar dan menularkan kepada orang lain. Mau tidak mau rutin mencatat tanpa pernah bosan,” ujar Emha, Jumat (7/8/2020).
Meski aktivitas mulai dilonggarkan, Emha menyatakan tetap membatasi kegiatan di luar rumah. Ia hanya keluar seperlunya, seperti belanja kebutuhan sehari-hari ke pasar atau toko serba ada. Karena kegiatan koas masih terhenti, ia juga terkadang berkeliling dengan mobil tanpa berhenti atau singgah, sekadar menghirup udara di luar ruangan.
Menandai hari saat keluar rumah
Lia (27), warga Gandaria, Jakarta Selatan, juga membuat catatan harian meskipun bekerja dari rumah sejak 16 Maret. Ia menyebut manajemen perusahaannya menunda kembali bekerja dari kantor pada 20 Juli karena kasus positif Covid-19 belum terkendali, sementara kluster perkantoran terus bertambah.
Lia menandai tanggal-tanggal saat dirinya beraktivitas di luar rumah sebagai langkah antisipasi.
“Supaya berjaga-jaga kalau terpapar. Bisa tahu ke mana saja jalan-jalannya,” kata Lia. Setiap pulang ke rumah, ia langsung mandi dan keramas.
Dinilai memudahkan pelacakan dan tes usap
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, Budi Haryanto, mengatakan catatan aktivitas harian dapat memudahkan penelusuran kontak erat. Dari catatan itu, tes usap dapat dilakukan lebih tepat sasaran.
Menurut Budi, sebagian orang mengeluhkan kegiatan mencatat sebagai buang waktu dan membosankan. Namun, ia menilai catatan tersebut penting untuk kepentingan pelacakan.
Ia juga menyoroti kendala penelusuran kontak yang selama ini sering terbatas pada orang-orang terdekat, seperti keluarga, tetangga, dan rekan kerja.
“Lantas bagaimana dengan orang yang ketemu di jalan, bus, atau tempat nongkrong? Mereka tidak ditelusuri karena tidak ada catatan,” ucap Budi.
Budi menambahkan, keterbatasan penelusuran kontak erat dapat berdampak pada sulitnya menentukan jumlah kasus positif Covid-19. Pasalnya, banyak orang akhirnya menjalani tes meskipun tidak ada riwayat kontak erat yang jelas.
- Catatan aktivitas harian dapat memuat waktu, lokasi, dan orang yang ditemui.
- Catatan tersebut dinilai membantu pelacakan kontak erat dan membuat tes usap lebih tepat sasaran.
- Keterbatasan catatan dapat membuat pelacakan hanya berfokus pada lingkaran terdekat.




