Buku Harian Putri Diana Ungkap Penderitaan dalam Pernikahan dengan Raja Charles III
Sumber Foto: SINDOnews Lifestyle
Catatan Harian

Buku Harian Putri Diana Ungkap Penderitaan dalam Pernikahan dengan Raja Charles III

Setelah 27 tahun sejak kepergiannya, buku harian pribadi Putri Diana yang baru ditemukan mengungkapkan sisi kelam dari kehidupannya sebagai istri Raja Charles III, yang saat itu masih dikenal sebagai Pangeran Wales. Catatan tersebut, yang tersimpan di laci tersembunyi Istana Kensington, mencerminkan penderitaan emosional yang dialami Diana dalam pernikahannya.

Diana menuliskan harapannya akan cinta sejati yang menjadikan hidupnya bahagia, namun kenyataan yang ia hadapi justru jauh berbeda. Dalam catatan yang dikutip dari The Royal Observer, Diana mengungkapkan, "Aku memimpikan cinta yang akan membuatku tergila-gila. Tapi kesepian itu menyesakkan."

Sejak awal pernikahan, Diana merasa diabaikan dan tidak dicintai oleh Charles, yang tampaknya lebih terikat pada Camilla Parker Bowles. Bahkan, saat bulan madu, Diana sudah mulai merasakan ketidakpuasan ketika ia melihat Charles lebih memilih membaca buku daripada memperhatikannya.

"Saya tahu hal itu dan tidak bisa berbuat apa-apa. Kupikir, kau tahu, itu sungguh suram. Aku hanya punya harapan besar, yang pupus pada hari kedua," tulisnya, menunjukkan rasa putus asa yang mendalam.

Kesepian yang mencekik dan tekanan emosional yang luar biasa mendorong Diana ke ambang keputusasaan, yang menyebabkan ia mencoba untuk mengakhiri hidupnya beberapa kali. Ia mengisahkan pengalaman jatuh dari tangga dan melukai pergelangan tangannya, namun upayanya untuk mendapatkan perhatian dan dukungan dari Charles tidak membuahkan hasil. Raja Charles lebih memilih aktivitas seperti menunggang kuda ketimbang memberikan perhatian pada istrinya yang sedang berjuang dengan keadaan mentalnya.

Melalui buku harian ini, banyak aspek dari kehidupan pribadi Putri Diana yang sebelumnya tidak diketahui publik kini terungkap, memberikan gambaran lebih jelas tentang perjuangannya dalam menghadapi realitas pernikahan yang penuh dengan kesedihan.