BI Ingatkan Risiko Ekonomi Global Serupa Krisis 2008
Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memberikan peringatan soal adanya faktor risiko yang perlu diwaspadai dampaknya kepada ekonomi global secara keseluruhan, yang salah satunya menyasar pada perilaku lembaga keuangan non-bank.
Hal ini terungkap dalam laporan Perkembangan Ekonomi Keuangan dan Kerja Sama Internasional (PEKKI) edisi 2025 yang baru saja diluncurkan pada Senin (8/12/2025) kemarin.
Laporan tersebut setidaknya memaparkan sejumlah poin peringatan BI terhadap prospek perekonomian global dan Indonesia ke depan ke dalam beberapa bagian, yang diperkirakan akan diwarnai perang dagang dan ketegangan geopolitik.
Salah satu sorotan penting dalam poin tersebut adalah perilaku lembaga keuangan non-bank (NBFIs) yang dapat memicu kerentanan pasar seperti yang terjadi pada Global Financial Crisis (GFC) pada 2008 silam.
Saat ini, BI mengatakan NBFIs kerap memanfaatkan utang pemerintah negara maju untuk menciptakan produk derivatif kompleks dengan tanpa pengaturan margin dan modal yang memadai.
Baca Juga
Ekonomi 2026 Bisa Menguat, tapi Jebakan Pertumbuhan Mengintai
Keyakinan Konsumen Melesat, Modal Pertumbuhan Ekonomi 'Melompat'
UNCTAD Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Lesu hingga 2026
Next article →




