Airlangga Minta Perbankan Klarifikasi Outlook Negatif Moody's
Sumber Foto: periskop.id
Ekonomi

Airlangga Minta Perbankan Klarifikasi Outlook Negatif Moody's

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meminta perbankan dan Danantara merespons outlook negatif dari Moody's. Indonesia tetap di level investment grade.

Jadi, Intinya Apa Sih?

Airlangga minta perbankan klarifikasi langsung terkait outlook negatif Moody's.

Outlook lima bank besar Indonesia diubah Moody's dari stabil ke negatif.

Airlangga optimistis posisi Indonesia tetap aman bagi investor global.

Ringkasan ini dihasilkan oleh AI dan telah diverifikasi oleh redaksi

Ukuran Font: 16px

periskop.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta kalangan perbankan memberikan penjelasan komprehensif kepada lembaga pemeringkat Moody’s terkait status outlook negatif. Ia menekankan pentingnya klarifikasi langsung dari pelaku industri keuangan terhadap penilaian tersebut.

"Ya, kalau itu kan nanti perlu penjelasan dari masing-masing perbankan kepada Moody's," ujar Airlangga di sela "Opening Ceremony ABAC (Dewan Penasihat Bisnis APEC) Meeting I 2026" di Jakarta, Sabtu (7/2).

Menurutnya, setiap lembaga pemeringkat membutuhkan jawaban memadai atas isu yang menjadi perhatian mereka. Pihak perbankan memiliki tanggung jawab untuk merespons penilaian tersebut secara mendetail.

Airlangga membedakan antara penilaian korporasi dan negara. Secara nasional, posisi Indonesia dinilai masih cukup aman di mata investor global.

BACA JUGA

Moody’s Beri Outlook Negatif, Purbaya: Ekonomi Kita Justru Tertinggi di G20

12 Feb 2026

"Tentu kalau (terkait) korporat kan masing-masing korporat yang merespons. Kalau dari segi nasional, tetap Indonesia di dalam investment grade bagi Moody’s," katanya.

Pernyataan ini merespons langkah Moody's yang merevisi outlook lima bank besar Indonesia. Kelima bank tersebut yakni BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN yang statusnya berubah dari stabil menjadi negatif.

"Moody’s Ratings mengubah outlook untuk lima bank Indonesia menjadi negatif menyusul perubahan outlook di tingkat sovereign," tulis Moody's dalam laporannya, Sabtu (7/2).

BACA JUGA

Respon Penilaian Moody’s, Pemerintah Gelar Indonesia Economic Outlook

11 Feb 2026

Sebelumnya, lembaga tersebut mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level Baa2. Posisi ini berada satu tingkat di atas batas investment grade, namun dengan penyesuaian outlook menjadi negatif.

Selain perbankan, Airlangga turut mendorong Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) mengambil peran. Lembaga ini diminta menjelaskan kepastian arah fiskal negara kepada Moody's.

Dalam laporannya, Moody's menyoroti urgensi menjaga prediktabilitas kebijakan. Komunikasi publik serta kualitas koordinasi antarkementerian menjadi sorotan di tengah transisi tata kelola ekonomi saat ini.

Lembaga pemeringkat internasional itu juga menekankan penguatan basis penerimaan negara. Hal ini dinilai krusial untuk menopang belanja prioritas sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi lebih tinggi.

Rheza Alfian

Penulis ini belum menambahkan bio.

Ikuti Kami:

WhatsApp Google News

Moody’s Ratings Airlangga Hartarto

Bagikan:

Sebelumnya

Trump Siapkan Tarif Khusus buat Negara Mitra Dagang Iran

Selanjutnya

Trump Siapkan Pertemuan Tingkat Tinggi Board of Peace 19 Februari

Berita Terkait

Moody’s Beri Outlook Negatif, Purbaya: Ekonomi Kita Justru Tertinggi di G20

Respon Penilaian Moody’s, Pemerintah Gelar Indonesia Economic Outlook

Moody's Sematkan Outlook 'Stable(m)' untuk Hutama Karya, Ini Alasannya

Imbas Risiko Kebijakan, Moody's Ubah Prospek Pelindo ke Negatif

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar

Komentar