Yossi Cohen dan Serangan Israel ke Iran
Jurnal News - Yossi Cohen, mantan kepala Mossad, memiliki keyakinan bahwa serangan militer terhadap Iran akan mengubah rezim di negara tersebut. Keyakinan ini didukung oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang kemudian melaksanakan serangan tersebut pada 28 Februari 2026.
Awal Kejadian
Serangan Israel-Amerika yang berlangsung pada 28 Februari 2026 melibatkan penjatuhan ratusan bom dan peluru kendali jarak jauh di Teheran. Akibat serangan ini, pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Khamenei, dan keluarganya, termasuk anak, istri, menantu, dan cucu, tewas. Anak keduanya, Mojtaba Khamenei, mengalami cedera berat namun terpilih sebagai pengganti ayahnya sebagai pemimpin tertinggi Iran.
Perkembangan
Meski serangan tersebut mengakibatkan banyak korban, rezim Iran tidak runtuh seperti yang diharapkan. Sebaliknya, rezim justru semakin kuat, dan sejumlah aktivis anti-rezim yang sebelumnya berada di Eropa memutuskan untuk kembali ke Iran dan melanjutkan perjuangannya. Serangan dari Israel-Amerika dilanjutkan, menewaskan banyak tokoh Iran, termasuk yang moderat. Namun, setelah 40 hari serangan berlangsung, rezim Iran tetap tidak goyah dan mampu melakukan serangan balik.
Kondisi Terakhir
Cohen, yang dikenal dekat dengan Netanyahu, didengar pendapatnya oleh pemerintah Israel. Meskipun Cohen memiliki prestasi dalam operasi intelijen, termasuk pencurian dokumen program nuklir Iran pada 2018, hasil dari serangan yang dilakukannya terbukti tidak sesuai harapan. Cohen, yang bukan seorang jenderal melainkan seorang intelijen murni, pensiun pada tahun 2021 dan kemudian menjabat sebagai penasihat pertahanan Netanyahu.




