Waspadai Tautan Pendaftaran Dana Pensiun Palsu 2026
Sumber Foto: Tempo.co
Sosial

Waspadai Tautan Pendaftaran Dana Pensiun Palsu 2026

Jurnal News - Warganet diminta mengakses formulir pendaftaran atau menghubungi pengunggah untuk mendapatkan bantuan tersebut. Melalui tautan yang dibagikan, pemilik akun meminta pengguna memasukkan nama lengkap dan nomor Telegram dengan iming-iming bantuan tunai untuk tambahan modal, biaya pendidikan, serta kesehatan.

Namun, benarkah tautan pendaftaran dana bantuan kesejahteraan 2026 bagi para pensiunan tersebut?

PEMERIKSAAN FAKTA

Tim Cek Fakta Tempo memverifikasi klaim di atas dengan menganalisis konten secara langsung serta membandingkan narasinya dengan informasi dari sumber kredibel. Hasilnya, tautan yang disebarkan tersebut palsu dan bukan situs resmi pemerintah.

Meski menggunakan foto dan narasi resmi, akun-akun penyebar informasi ini bukan milik Kementerian Sosial (Kemensos) ataupun lembaga resmi pengelola dana pensiun ASN serta TNI/Polri.

Pengelola dana pensiun PNS di Indonesia adalah PT Taspen (Persero) atau Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini bertugas khusus mengelola program jaminan sosial bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat negara.

Sementara itu, lembaga yang mengelola asuransi sosial dan dana pensiun prajurit TNI, anggota Polri, serta PNS di lingkungan Kementerian Pertahanan dan Polri adalah PT ASABRI (Persero) atau Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.

Dalam konten yang beredar, pembuatnya tidak menyematkan logo instansi pemerintah mana pun. Alamat situs formulir pendaftaran juga bukan laman resmi, melainkan mengarah ke tautan palsu seperti https://daftarsekargjuga.sirilili.com, https://w2.daftar-2026.click, dan https://pendaftaran-terbuka03.scezi.cloud.

Situs palsu tersebut tidak memiliki fitur selayaknya laman resmi pemerintahan, seperti menu profil instansi, struktur organisasi, rincian program, dan publikasi resmi.

Hati-Hati Penipuan

PT Taspen melalui akun Instagram resminya, @taspen, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi online, termasuk penipuan bermodus program bantuan pensiun.

“Selalu waspada terhadap informasi hoaks maupun penipuan yang mengatasnamakan PT Taspen,” kata pihak Taspen dalam video unggahannya.

Tempo tidak menemukan adanya program bantuan kesejahteraan 2026 khusus pensiunan yang dikeluarkan pemerintah. Tautan pendaftaran di media sosial tersebut murni modus penipuan (phishing) atau upaya peretasan.

Phishing merupakan kejahatan digital untuk mencuri data pribadi korban menggunakan akun palsu yang dibuat semirip mungkin dengan aslinya.

Pelaku phishing biasanya menyasar korban melalui email, media sosial, atau pesan singkat untuk memancing mereka memberikan informasi pribadi secara sukarela tanpa sadar.