UNJA Luncurkan Panduan Kebugaran Haji dan Umrah untuk Jemaah Sehat 2025
Mendalo,– Universitas Jambi (UNJA) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat melalui peluncuran buku dan program kebugaran haji dan umrah, yang digelar di Graha Singedekane, Pascasarjana UNJA Kampus Telanaipura pada Minggu (16/2/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UNJA, Helmi., Guru Besar Program Studi Pendidikan Olahraga dan Kesehatan FKIP UNJA, Prof. Dr. Drs. Sukendro, M.Kes AIFO, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi, Dr. H. Wahyudi Abdul Wahab, M.Fil.I., serta jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi. Turut Hadir Kepala Bidang (Kabit), Kepala Bagian (Kabag), Kepala Bidang Haji dan Umrah, serta para penyelenggara haji dan umrah, tokoh agama serta Ketua KBIH se-Provinsi Jambi, di antaranya Haji Muhammad Nuh dari KBIH Mahabatullah, Zal Henry, dan perwakilan Penerbit Salim.
Agenda utama kegiatan ini adalah peluncuran buku kebugaran haji dan umrah karya , Prof. Dr. Drs. Sukendro, M.Kes AIFO dan tim, yang memuat panduan kebugaran fisik bagi calon jemaah. Buku tersebut dilengkapi standar kebugaran yang harus dipenuhi sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
BACA JUGA : IMAKO UNJA Kukuhkan Pengurus Baru, Fokus pada Kepengurusan Aktif dan Berdampak
Menurut Prof. Sukendro, buku ini lahir dari keprihatinan atas tingginya angka wafat jemaah haji Indonesia setiap tahun yang rata-rata mencapai sekitar 400 orang. Di Provinsi Jambi sendiri, pada musim haji sebelumnya tercatat 12 jemaah wafat di Mekkah. Mayoritas berusia di atas 60 tahun, dengan faktor utama penyakit bawaan dan kelelahan ekstrem.
Selain peluncuran buku, UNJA juga memperkenalkan program senam haji-umrah berbasis kelompok usia, mulai dari 20–30 tahun, 31–40 tahun, 41–50 tahun, 51–60 tahun, 61–70 tahun, hingga usia 70 tahun ke atas. Setiap kelompok memiliki pola latihan yang disesuaikan dengan kemampuan fisik dan risiko kesehatan masing-masing.
Program ini juga dilengkapi mekanisme tes kebugaran bagi seluruh calon jemaah. Mereka akan diukur tingkat kebugarannya sebelum keberangkatan. Jika belum memenuhi standar, akan diberikan pelatihan khusus agar mencapai kondisi fisik optimal.
BACA JUGA : Bedah ‘Babad Alas’ di UNJA, Bima Arya Bongkar Kunci Sukses Seorang Pemimpin
Prof. Sukendro berharap upaya ini mampu menekan angka kematian jemaah, bahkan menargetkan nol kasus untuk Jambi.
“Harapannya, dengan adanya pelatihan dan panduan kebugaran ini, jemaah haji dan umrah asal Jambi tidak ada lagi yang meninggal di Mekkah dan Madinah. Minimal mereka dalam kondisi bugar, atau setidaknya sehat saat menjalankan ibadah,” ujar Prof. Sukendro.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi, Dr. H. Wahyudi Abdul Wahab, M.Fil.I., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan UNJA.
“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terbitnya buku ‘Kebugaran Jasmani Jemaah Haji dan Umrah’ ini. Kehadiran buku ini merupakan langkah strategis dalam membantu calon jemaah, khususnya dari Provinsi Jambi, untuk mempersiapkan diri secara fisik sejak dini. Dengan memahami standar kebugaran dan panduan latihan yang praktis dalam buku ini, kita berharap tingkat kesehatan jemaah semakin meningkat dan risiko gangguan kesehatan di Tanah Suci dapat diminimalisir. Semoga karya ini menjadi amal jariyah bagi para penulis dan menjadi panduan bermanfaat bagi para jemaah dalam meraih predikat haji yang mabrur,” ungkap Dr. Wahyudi.\
BACA JUGA : MoU Ditandatangani, FH UNJA dan Universitas Adiwangsa Siap Kembangkan Pendidikan dan Riset
Program ini mendapat dukungan penuh dari UNJA dan menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan riset yang aplikatif. Melalui sinergi antara akademisi, pemerintah, dan penyelenggara haji, diharapkan calon jemaah asal Jambi dapat beribadah dengan lebih aman, sehat, dan optimal di Tanah Suci.
Penulis : AyuZ
Foto : IST
Post Views: 104




