Tantangan Stunting: Hubungan Pendidikan dan Kesejahteraan Keluarga
HARI Gizi Nasional jatuh pada 25 Februari. Salah satu masalah gizi yang dihadapi Indonesia, seperti negara berkembang pada umumnya, adalah stunting. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, balita yang mengalami stunting pada 2024 mencapai 19,8 persen.
Prevalensi tengkes di Indonesia terus menunjukkan penurunan dalam 5 tahun terakhir. Kemenkes menargetkan pada 2025 prevalensi stunting menurun 1 persen.
Prevalensi tengkes justru meningkat pada kelompok masyarakat berpendidikan rendah. Pada kategori kepala rumah tangga tidak sekolah, prevalensi balita stunting naik dari 30,0 persen pada 2023 menjadi 30,9 persen pada 2024. Kemudian pada kategori kepala rumah tangga tidak tamat sekolah dasar, prevalensinya naik dari 27,20 persen pada 2023 menjadi 27,50 persen pada 2024.
di Indonesia menunjukkan bahwa stunting bukan hanya persoalan gizi. Dibutuhkan pendekatan lintas disiplin yang dapat mendukung tumbuh kembang anak, mulai dari pemenuhan gizi, komponen fisik anak dan orang tua, kesehatan mental ibu, dan kualitas guru pendidikan anak usia dini (PAUD).




