Sosiolog UGM: Krisis Global Memperburuk Demokrasi Indonesia
Sumber Foto: Pikiran Rakyat
Internasional

Sosiolog UGM: Krisis Global Memperburuk Demokrasi Indonesia

PORTAL JOGJA - Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Arie Sujito, menilai kondisi demokrasi Indonesia tengah menghadapi tantangan serius di tengah situasi global yang tidak menentu.

Dunia, menurutnya, sedang dilanda konflik, krisis ekonomi, ketimpangan, perubahan iklim, hingga kemunduran nilai kemanusiaan.

“Dunia tengah menghadapi krisis ekonomi dan perang dengan segala risiko dehumanisasi. Praktik-praktik penghancuran kemanusiaan itu terjadi,” ujar Arie dalam Safari Ilmu di Bulan Ramadhan RDK UGM, Rabu (18/2) lalu.

Ia menjelaskan, krisis global turut berdampak pada kondisi nasional, mulai dari melemahnya etika publik, meningkatnya pragmatisme politik, hingga menurunnya penghargaan terhadap nilai kemanusiaan.

Tantangan demokrasi dan tata kelola pemerintahan, seperti korupsi dan ketimpangan, dinilai masih membayangi.

“Demokrasi kita tidak sedang baik-baik saja. Politik hukum kita tidak sedang menjadi model yang dapat diharapkan. Karena itu kita harus memperkuat nilai toleransi, saling menghargai perbedaan, dan membangun tanggung jawab sosial,” tuturnya.

Arie juga menyoroti dampak perkembangan teknologi digital. Di satu sisi, ruang digital membuka akses pengetahuan dan memperkuat konektivitas. Namun, di sisi lain, berpotensi memicu polarisasi dan penyebaran informasi tidak terverifikasi.

“Kebebasan digital itu harus digunakan untuk kemaslahatan bersama, bukan untuk memperkuat konflik sosial,” ujarnya.