Sinergi Usaha dan Pemerintah Kunci Hadapi Krisis Global
Sumber Foto: Koran Jakarta ®
Internasional

Sinergi Usaha dan Pemerintah Kunci Hadapi Krisis Global

JAKARTA – Di tengah ancaman krisis global yang datang silih berganti, sinergi antar pelaku usaha bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan.

Tekanan rantai pasok, fluktuasi nilai tukar, hingga pelemahan permintaan bisa berdampak luas jika dihadapi sendiri-sendiri. Kolaborasi justru membuka ruang berbagi risiko, memperkuat efisiensi, dan menjaga stabilitas produksi.

Sinergi juga memungkinkan dunia usaha saling melengkapi—baik dalam akses pembiayaan, distribusi, maupun inovasi.

Ket. Ilustrasi - Pekerja menyelesaikan pesanan produk tekstil untuk ekspor di pabrik Sari Warna Solo, Jawa Tengah.

Dengan jejaring yang solid, perusahaan bisa lebih adaptif membaca perubahan pasar dan meresponsnya secara cepat.

Pada akhirnya, ketahanan sektor usaha dalam menghadapi krisis global sangat ditentukan oleh kemampuannya membangun kemitraan yang strategis. Bersama, risiko bisa ditekan; sendiri, tekanan bisa terasa jauh lebih berat.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menghadapi ketidakpastian global yang tengah berlangsung, termasuk konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.

Ia menilai, meskipun kondisi dunia tidak sedang baik-baik saja, kekompakan pemerintah dan sektor swasta akan membuka jalan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

"Tentu dunia tidak baik-baik saja, tapi kelihatannya pemerintah dan dunia usaha kalau kompak ada jalannya. Tapi tidak boleh tentunya kita jumawa," ujar Anindya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3) malam.

Menurut Anindya, kolaborasi tersebut diperlukan untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, inflasi terkendali, serta penciptaan lapangan kerja dan pengusaha baru terus tumbuh.

Kadin, lanjutnya, akan kembali berkoordinasi dengan konstituen di tingkat daerah guna memastikan kesiapan hingga level kabupaten/kota dalam menghadapi dinamika global.

Anindya juga melihat adanya peluang di balik tekanan ekonomi global. Ia mendorong perubahan pola pikir agar lebih mandiri dan mampu berdiri di atas kaki sendiri.

Dunia usaha, katanya, siap mendukung berbagai program pemerintah, termasuk inisiatif sosial yang bertujuan menggerakkan ekonomi hingga ke daerah.

Terkait potensi dampak kenaikan harga minyak, Anindya menyatakan dunia usaha memahami bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai skema dan skenario mitigasi.

Menurutnya, hal tersebut memberikan keyakinan bahwa negara telah menyiapkan langkah antisipasi.