Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Nurul-Azizah: Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat Bojonegoro
Reporter : Sasmito Anggoro
SuaraBojonegoro.com – Genap satu tahun menahkodai pemerintahan, duet kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro, Hj. Nurul Azizah, memaparkan capaian refleksi yang ambisius. Fokus utama terletak pada penguatan otot fiskal daerah dan transformasi kesejahteraan masyarakat yang jauh lebih inklusif melalui strategi anggaran yang progresif.
Dari paparan Nurul Azizah, Salah satu poin paling mencolok dalam laporan tersebut adalah lonjakan signifikan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pada tahun 2026, PAD diproyeksikan menembus angka Rp1,08 triliun, meningkat tajam dibandingkan capaian tahun 2023 yang berada di angka Rp943 miliar.
Tak hanya fokus pada hari ini, Pemkab Bojonegoro juga menunjukkan komitmen visioner dengan mengalokasikan Rp500 miliar khusus untuk Dana Abadi. Langkah strategis ini diambil guna menjamin stabilitas ekonomi dan pembangunan bagi generasi Bojonegoro di masa depan.
Kepedulian terhadap garda terdepan masyarakat menjadi ruh dalam kepemimpinan ini. Pemerintah daerah memberikan kenaikan insentif yang fantastis bagi para petugas lapangan seperti Marbot, Takmir, Jamaah Tahlil, Linmas, hingga Ketua RT/RW. Anggaran yang semula dialokasikan sebesar Rp22,1 miliar pada 2023, melonjak drastis hingga tiga kali lipat menjadi Rp65,9 miliar untuk tahun 2026.
Investasi SDM yang Tak Main-main
Di sektor pendidikan, pemerintah meluncurkan terobosan melalui program BOSDA untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs dengan anggaran mencapai Rp17,3 miliar.
“Selain itu, dana beasiswa juga mengalami kenaikan masif dari Rp13,4 miliar menjadi Rp40,4 miliar,” jelas Nurul Azizah.
Disampaikan juga bahwa Kehadiran program Angkutan Pelajar Gratis menjadi kado spesial bagi para orang tua untuk meringankan biaya harian sekolah.
Sementara itu di sektor kesehatan, komitmen Universal Health Coverage (UHC) tetap menjadi prioritas utama. Dengan alokasi anggaran lebih dari Rp222 miliar, pemerintah memastikan seluruh warga Bojonegoro mendapatkan akses layanan kesehatan secara gratis dan berkualitas.
Upaya pengentasan kemiskinan dilakukan secara bersamaan melalui berbagai program inovatif, mulai dari Kolega, Gayatri, hingga program Domba Kesejahteraan. Program fisik seperti Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), penyediaan sanitasi, hingga penyambungan listrik gratis bagi warga kurang mampu terus dipacu untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat hingga ke pelosok desa.
Refleksi satu tahun kepemimpinan ini menjadi bukti nyata bahwa setiap rupiah dalam APBD Bojonegoro dikembalikan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat. Dengan pondasi yang kuat ini, Bojonegoro kini tengah melaju kencang menuju daerah yang lebih makmur, mandiri, dan berdaya saing global. (Sas*)




