Proyeksi Pertumbuhan Kredit Perbankan Capai 10,11 Persen di 2026
Sumber Foto: ANTARA News
Ekonomi

Proyeksi Pertumbuhan Kredit Perbankan Capai 10,11 Persen di 2026

Kami melihat bahwa pertumbuhan kredit setidaknya akan membaik dibandingkan tahun lalu

Jakarta (ANTARA) - Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan dapat mencapai 10,11 persen secara tahunan (year-on-year /yoy) pada 2026.

“Kami melihat bahwa pertumbuhan kredit setidaknya akan membaik dibandingkan tahun lalu, kisaran 10 persen pada tahun ini,” kata Josua dalam Economic Outlook 2026 secara daring di Jakarta, Jumat.

Sementara pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) diperkirakan berada pada posisi 10,74 persen (yoy) dengan loan to deposit ratio (LDR) berkisar 85,25 persen.

Dia menjelaskan kinerja pertumbuhan kredit pada tahun lalu terbilang melambat. Namun setidaknya, terjadi peningkatan pada Desember dari sebelumnya 7,9 persen (yoy) menjadi 9,3 persen (yoy).

Menurutnya, peningkatan itu ditopang oleh penyaluran pembiayaan untuk program prioritas pemerintah.

Pertumbuhan DPK tercatat melampaui pertumbuhan kredit. Hal ini mengindikasikan bahwa penempatan dana pemerintah atau Saldo Anggaran Lebih (SAL) di bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mendorong likuiditas perbankan secara signifikan.

Namun, dia menyoroti tantangan pertumbuhan kredit yang distribusinya belum merata antarsegmen bisnis, utamanya segmen UMKM yang mengalami hambatan penyaluran kredit.

Pada 2025, penyaluran kredit UMKM tertahan karena risiko kredit di segmen ini masih relatif tinggi, sehingga turut menekan pertumbuhan kredit secara keseluruhan.

Berdasarkan penggunaannya, komponen investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menjadi salah satu komponen produk domestik bruto (PDB) dengan kinerja positif.

Sementara itu, kredit modal kerja dan kredit konsumsi cenderung bergerak stagnan.

Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (non-performing loan /NPL) secara keseluruhan relatif terkendali, meskipun segmen UMKM tetap mencatat tingkat yang lebih tinggi. Sedangkan permodalan perbankan dinilai masih kuat, dengan rasio kecukupan modal (CAR) berada di kisaran 25–26 persen.